Rupiah Rebound Meski Permintaan Dolar AS Meningkat di Tengah Musim Bagi Dividen

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

Jakarta – Rupiah dibuka menguat sebesar 40,5 poin ke posisi Rp14.337,5 per AS di permulaan perdagangan pagi hari ini, Jumat (3/7). Kemarin, Kamis (2/7), Garuda berakhir terdepresiasi 95 poin atau 0,67 persen ke level Rp14.378 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat tipis. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, dolar AS merangkak naik 0,1 persen jadi 97,299 di tengah kekhawatiran terkait kebangkitan kasus (Covid-19) di Amerika Serikat bisa menghapus kembali kenaikan lapangan kerja pada musim panas.

Di awal perdagangan, dolar AS terkoreksi karena minat terhadap aset berisiko meningkat usai data Juni 2020 menunjukkan bahwa sektor lapangan kerja pada jauh yang lebih cepat dari prediksi . Namun optimisme berkurang di tengah laporan kasus baru Covid-19 di AS. Florida setidaknya melaporkan lebih dari 10.000 kasus baru, peningkatan harian terbesar di bagian sejak dimulainya pandemi.

“Kinerja dolar akan bergantung pada respons AS terhadap COVID. Pada akhirnya, AS kalah karena situasinya jauh lebih sulit daripada di bagian lain dunia,” ungkap Juan Perez, pedagang mata uang senior di Tempus Inc. Washington, seperti dilansir Reuters melalui Antara.

Data terbaru juga menunjukkan bahwa penggajian (payroll) non-pertanian AS naik 4,8 juta pekerjaan pada Juni 2020, angka tertinggi sejak mulai mencatat pada 1939. Kemudian tingkat pengangguran juga turun 11,1 persen bulan lalu, turun dari 13,3 persen pada Mei 2020.

Sementara itu, Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan bahwa rupiah makin melemah lantaran dalam seminggu terakhir permintaan terhadap dolar AS dalam negeri meningkat untuk keperluan pembayaran dividen. Kekhawatiran akan adanya gelombang kedua corona juga masih menghantui rupiah.

Pada perdagangan hari ini, Josua memperkirakan gerak rupiah akan dipengaruhi oleh hasil FOMC meeting minutes yang dirilis pada dini hari. Sikap sendiri diprediksi masih akan dovish, sehingga rupiah cenderung akan melemah terbatas.

Loading...