Indeks Saham Regional Menghijau, Kurs Rupiah Rebound pada Rabu Pagi

Rupiah - bisnis.comRupiah - bisnis.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 10 poin ke posisi Rp14.015 per dolar AS di awal pagi hari ini, Rabu (3/2). Kemudian, rupiah lanjut naik 12,5 poin atau 0,09 persen ke Rp14.012,5/USD. Sebelumnya, Selasa (2/2), mata uang Garuda berakhir terdepresiasi tipis 2,5 poin atau 0,02 persen ke angka Rp14.025 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,25 persen saat melihat Amerika Serikat kemungkinan bakal rebound dari pandemi (Covid-19) lebih cepat dibanding Eropa.

Pandangan tersebut didukung oleh pergerakan di Washington menuju lebih banyak pengeluaran stimulus yang kontras dengan penguncian Eropa dan ekstasi terkait penurunan PDB Eropa dalam kurun waktu 3 bulan pertama tahun ini.

“Perbedaan berdampak pada euro dan menambah daya tarik yang telah kami lihat untuk mata uang AS tahun ini. Eropa mungkin sekitar satu tahun di belakang AS dalam hal pemulihan penuh,” ucap Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, data awal menunjukkan bahwa zona euro mengalami kontraksi lebih rendah dari perkiraan pada kuartal keempat tahun lalu, namun menunjukkan penurunan yang lebih tajam pada kuartal pertama tahun ini. Kekhawatiran itu diperkuat usai penjualan ritel di , ekonomi terbesar Eropa, jatuh lebih dalam dari prediksi pada Desember. “Berbagai hal terlihat lebih menyedihkan di sini (Eropa),” ungkap ahli strategi Commerzbank.

Sementara itu, rupiah diprediksi masih berada di jalur penguatan sampai akhir tahun 2021 ini. Menurut Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, rupiah berpeluang untuk menguat berkat pergerakan indeks saham regional yang juga tengah berada di zona hijau.

Selain itu, langkah Presiden AS Joe Biden untuk memulai pembahasan paket stimulus bantuan Covid-19 dengan anggota Senat Partai Republik, rupanya ikut menyumbangkan katalis positif untuk mata uang rupiah di masa yang akan datang. “Reposisi fund manager untuk kembali masuk ke aset berisiko di awal bulan ikut mendorong penguatan aset berisiko,” papar Ariston, seperti dikutip Kontan.

Loading...