Trump Tandatangani RUU Demokrasi Hong Kong, Rupiah Keok di Pembukaan

Dolar - politiktoday.comDolar - politiktoday.com

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 3,5 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.095 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (29/11). Sebelumnya, Kamis (28/11), Garuda berakhir terapresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp14.092 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,04 persen menjadi 98,3333 saat Amerika Serikat merayakan Hari Thanksgiving dan meningkatkan tensi konflik dagang antara AS dan China.

Presiden AS Donald Trump menandatangani 2 rancangan undang-undang (RUU) untuk menunjukkan dukungan AS terhadap demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Langkah tersebut ia lakukan walau ada ancaman dari China.

Seperti dilansir Antara, legislasi yang pertama mengharuskan Departemen Luar Negeri AS setiap 1 tahun sekali memastikan secara resmi bahwa China akan tetap menjamin otonomi Hong Kong. Hal ini juga menjadi syarat untuk memperoleh status perdagangan khusus. Lalu undang-undang yang kedua melarang gas air mata, semprotan merica, peluru karet, dan senjata lainnya yang tidak mematikan pada polisi Hong Kong.

China pun memperingatkan AS akan mengambil langkah-langkah pembalasan tegas untuk menanggapi UU yang mendukung demonstran anti pemerintah di Hong Kong. Para pelaku pun khawatir jika langkah itu justru akan menunda lebih lanjut perjanjian dagang fase satu antara AS dengan China.

“Persetujuan legislasi Hong Kong yang mendukung para pengunjuk rasa kemungkinan akan mempertanyakan perjanjian perdagangan tersebut karena China telah menegaskan kembali ancaman pembalasannya,” ujar Hussein Sayed, kepala strategi pasar di FXTM pada Reuters.

Sementara itu, menurut Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, pelemahan rupiah masih akan berlanjut pada hari ini. Penyebab utamanya masih dipengaruhi oleh ketidakpastian perang dagang AS-China yang masih berlanjut. “Sementara itu, sentimen dari domestik cenderung masih minim terlebih menjelang akhir bulan,” ungkap Reny, seperti dilansir Kontan.

Loading...