Rupiah Pagi Ini Dibuka Menguat Meski Data Ekonomi AS Positif

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 7,5 poin atau 0,05 persen ke posisi Rp14.087,5 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (28/11). Kemarin, Rabu (27/11), Garuda ditutup terdepresiasi 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.095 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,15 persen menjadi 98,399 berkat data Amerika Serikat dalam perdagangan lesu karena ketidakpastian terkait kemungkinan kesepakatan perdagangan AS-China bertahan selama pekan yang diperpendek untuk libur.

Pertumbuhan AS sedikit mengalami kenaikan pada kuartal ketiga, tidak melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya lantaran laju akumulasi persediaan yang lebih tinggi dan penurunan bisnis yang kurang tajam. Data terpisah juga memperlihatkan pesanan baru untuk barang-barang modal utama buatan AS mengalami kenaikan tertinggi dalam 9 bulan terakhir pada Oktober 2019 dan pengiriman berbalik naik.

“Dolar pasti didukung oleh data. The Fed telah mengisyaratkan bahwa hal itu akan terjadi tahun ini dan data yang baik mengesahkan pemikiran tersebut,” ungkap Alfonso Esparza, analis mata uang senior di OANDA di Toronto, seperti dilansir Antara.

Indeks terkoreksi usai data AS, tak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil, menunjukkan indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,1 persen bulan lalu usai cenderung stagnan pada September. “Kenaikan 0,1 persen bulan ke bulan pada deflator PCE inti membuat tingkat inflasi inti yang disukai The Fed jauh di bawah target hanya 1,6 persen. Itu menggarisbawahi bahwa suku bunga tidak mungkin dinaikkan lagi untuk masa mendatang,” tutur Andrew Hunter, ekonom senior AS di Capital Economics.

Sementara itu, Direktur Garuda Berjangka Ibrahim berpendapat jika hari ini rupiah akan menanti hasil data estimasi kedua dari pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III 2019. Dalam estimasi pertama, ekonomi AS hanya tumbuh 1,9%, lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 2%. Analis memprediksi Gross Domestic Product (GDP) AS pada triwulan III berada di angka 1,9%. Oleh karenanya, Ibrahim memperkirakan hari ini rupiah masih berpotensi kembali melemah.

Loading...