The Fed Kembali Tahan Suku Bunga, Rupiah Langsung Keok di Pembukaan

Mata Uang Rupiah - berita.baca.co.idMata Uang Rupiah - berita.baca.co.id

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Kamis (28/1), dengan pelemahan sebesar 15 poin ke level Rp14.065 per AS. Kemudian, rupiah lanjut melemah 20 poin atau 0,14 persen ke Rp14.070/USD. Sebelumnya, Rabu (27/1), mata uang Garuda berakhir terapresiasi sebesar 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.050 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS terpantau naik 0,53 persen jadi 90,636, usai sebelumnya menginjak 90,896, level tertinggi sejak 18 Januari 2021. USD naik karena terangkat pembelian aman saat investor lebih berhati-hati di tengah kekhawatiran terkait dampak dari Covid-19, dan usai menyatakan kekhawatiran mengenai kecepatan pemulihan .

Di sisi lain, saham-saham dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turun sedangkan mata uang safe haven dolar AS menarik minat pembeli. “Ada banyak kekhawatiran tentang efektivitas peluncuran vaksin di Amerika Serikat. Hari ini adalah hari tanpa risiko yang pasti,” ucap Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank, seperti dilansir Antara.

menahan suku bunga acuan mendekati nol dan tak membuat perubahan pada pembelian obligasi bulanan, serta berjanji untuk memertahankan pilar ekonomi tersebut hingga ada rebound penuh dari resesi yang diakibatkan oleh pandemi virus corona.

“Jika ada, dolar mendapatkan dukungan dari pesan Fed yang lebih berhati-hati. Saya akan mengatakan bahwa Fed setelah mencatat moderasi baru-baru ini dalam kecepatan pemulihan menambah kekhawatiran tentang prospek jangka pendek,” papar Joe Manimbo, analis senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Dari dalam negeri, gerak rupiah hari ini diperkirakan akan tergantung oleh sentimen eksternal, salah satunya pernyataan The Fed usai rapat dua hari. Menurut Research and Education Coordinator Valbury Futures Nanang Wahyudin, hasil dan sikap The Fed memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan rupiah apalagi jika ada kebijakan baru.

“Sejauh ini, The Fed diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan pembelian obligasi senilai US$120 miliar setiap bulannya. Namun, ada kabar yang menyebut bahwa The Fed mempertimbangkan untuk melakukan pemangkasan jumlah stimulus tersebut,” ujar Nanang, seperti dikutip dari Kontan.

Apabila The Fed sampai mengambil kebijakan itu, apalagi pemangkasan dilakukan dalam waktu dekat, maka rupiah berpeluang untuk melemah pada perdagangan hari ini.

Loading...