Menguat 6 Poin, Hari Ini Rupiah Diprediksi Bakal Melemah

Rupiah - beritacenter.comRupiah - beritacenter.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 6 poin atau 0,05 persen ke level Rp13.934 per di awal pagi hari ini, Kamis (27/2). Kemarin, Rabu (26/2), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 53 poin atau 0,39 persen ke posisi Rp13.940 per .

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sebagian besar mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,03 persen ke level 99,0103 usai mengalami penurunan sebesar 0,38 persen pada Selasa (25/2).

Pekan lalu dolar AS sempat melambung ke level tertinggi dalam beberapa tahun lantaran virus corona menyebar lebih lanjut di seluruh dunia, sehingga menganggap semua aset Amerika Serikat sebagai safe haven. Menurut para ahli, pasar juga harus mulai bersiap menghadapi melemahnya dolar AS saat sentimen risk-off atau penghindaran risiko terbaru mengakhiri reli yang kuat, demikian seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, gerak rupiah dinilai masih belum bertenaga. Menurut Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, sentimen yang mendorong pelemahan rupiah masih berasal dari penyebaran virus corona di luar China. Stimulus ekonomi yang diberikan oleh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) pun disebut-sebut belum mampu menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Meski demikian, Ibrahim meyakini jika dalam waktu dekat investor akan kembali masuk ke pasar dalam negeri. Sedangkan pada perdagangan hari ini, Ibrahim memperkirakan rupiah masih akan melemah karena terdampak oleh virus corona.

Di samping itu, data kepercayaan konsumen Amerika Serikat yang lebih lemah juga ikut menimbulkan kekhawatiran pasar bahwa penyebaran virus corona berdampak besar terhadap perekonomian AS. “Imbal hasil US Treasury sudah mencetak rekor terendah di tengah kekhawatiran dampak pertumbuhan ekonomi akibat covid-19 akan lebih buruk dari yang diperkirakan,” ujar Ibrahim, seperti dilansir Kontan.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan bahwa tren negatif rupiah masih akan berlanjut. Apalagi karena masih belum ada sentimen baru yang bisa menunjang gerak rupiah. “Karena sentimen hanya berasal dari virus corona, maka hasilnya akan sama seperti sebelumnya. Rupiah masih akan tertekan dan kembali melanjutkan tren negatif, bukan tidak mungkin rupiah menembus level Rp14.000,” katanya.

Loading...