Angka Pengangguran AS Tinggi, Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat 19 Poin

Rupiah - bisnis.tempo.coRupiah - bisnis.tempo.co

Jakarta – Nilai tukar mata uang Garuda mengawali pagi hari ini, Kamis (26/11), dengan penguatan sebesar 19 poin atau 0,13 persen ke level Rp14.125 per AS. Kemarin, Rabu (25/11), kurs ditutup terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.144 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, kurs dolar AS turun 0,14 persen jadi 91,999, rebound tipis usai terkoreksi ke angka 91,927 di awal sesi perdagangan, level terlemah sejak 1 September 2020. Pelemahan dolar AS terjadi usai data terbaru menunjukkan gambaran ekonomi AS yang kurang baik.

Jumlah AS yang mengajukan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran naik lebih jauh pekan lalu. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa lonjakan infeksi baru Covid-19 dan pembatasan telah meningkatkan PHK dan merusak pemulihan tenaga kerja.

Sementara itu, hari ini rupiah diperkirakan berpeluang untuk menguat terbatas karena didominasi oleh sentimen eksternal. Menurut Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana, rupiah masih dapat terapresiasi tipis pada Kamis (26/11). Terlebih karena presiden terpilih Joe Biden mulai mengumumkan kabinet kerjanya, dan nama Janet Yellen disebut-sebut akan menjabat sebagai Menteri Keuangan AS.

Seperti diketahui, kebijakan Yellen memang sangat bertentangan dengan Donald Trump dan lebih mengarah ke kebijakan moneter jangka panjang dan pro consumer. “Sehingga kemungkinan bakal lebih rendah, begitu juga dengan indeks ,” beber Fikri pada Kontan.

Sedangkan dari dalam negeri, arus dana asing terus masuk ke Indonesia. Bahkan inflow yang masuk ke pasar kemarin lebih dari Rp500 miliar. Namun sayang, penambahan jumlah kasus terinfeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia masih berlanjut dan melampaui angka 5.000 orang per hari. “Bagi market, penambahan kasus Covid-19 mungkin bukan hal faktor utama, tapi itu tetap akan mempengaruhi minat investor asing. Apalagi China saja sudah bebas dari Covid-19,” tutupnya.

Loading...