Aktivitas Pasar Uang Global Sepi, Rupiah Asyik Melenggang di Zona Hijau

Rupiah - validnews.coRupiah - validnews.co

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (26/12), dengan penguatan sebesar 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp13.976,5 per AS, seperti dilansir dari Bloomberg Index. Sebelumnya, Selasa (24/12), Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp13.975 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur nilai tukar the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau turun. Pada libur pendek Rabu di New York, Amerika Serikat, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,04 persen jadi 97,6346 , demikian seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, gerak rupiah terhadap dolar AS hari ini, Kamis (26/12), diperkirakan akan melanjutkan penguatannya. Minimnya aktivitas perdagangan di pasar hari ini diperkirakan bakal jadi sentimen positif untuk rupiah.

Menurut Analis Tradepoint Futures Deddy Yusuf, dari sisi domestik saat ini masih belum ada sentimen kuat yang bisa menggerakkan rupiah sampai akhir tahun. Sedangkan Amerika Serikat akan melaporkan data klaim pengangguran pada Kamis (26/12). “Jika data tersebut mengalami penurunan, itu juga nggak akan berdampak besar bagi pergerakan rupiah. Itu karena, sekarang sudah masuk libur Natal dan Tahun Baru,” kata Deddy, seperti dikutip dari Kontan.

Pasar pun saat ini juga menyambut positif rencana Amerika Serikat dan China untuk melakukan kesepakatan perdagangan pada Januari 2020 depan. Dengan sejumlah sentimen tersebut, disertai minimnya kegiatan di pasar keuangan, Deddy yakin jika rupiah akan lanjut menguat bahkan sampai awal tahun 2020 mendatang.

Di Amerika sendiri, pemakzulan Presiden AS Donald Trump mengakibatkan pasar cenderung mulai berhati-hati. Kemudian kinerja tiga indeks Wall Street melonjak cukup tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa pada awal Januari 2020 pasar akan cenderung mengincar aset-aset berisiko.

“Kondisi ini akan berdampak bagi emerging market (EM) termasuk Indonesia. Kalau dilihat potensinya, rupiah masih akan terjaga di bawah Rp14.200 per dollar AS hingga awal tahun depan,” papar Deddy. Deddy berpendapat jika hari rupiah masih akan lanjut menguat terhadap dolar AS dengan rentang pergerakan ada di kisaran Rp13.960 – Rp14.000 per dolar AS.

Loading...