Investor Nantikan Pidato Ketua The Fed, Rupiah Curi Peluang untuk Menguat

Rupiah - baca.co.idRupiah - baca.co.id

Jakarta – Kurs mengawali pagi hari ini, Rabu (26/8), dengan penguatan sebesar 64 poin atau 0,44 persen ke posisi Rp14.585 per AS. Sebelumnya, Selasa (25/8), Garuda berakhir terapresiasi 21,5 poin atau 0,15 persen ke level Rp14.649 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,29 persen jadi 93,01 lantaran para pelaku sedang menanti pernyataan Ketua Jerome Powell pada Kamis (27/8) terkait tinjauan kerangka kebijakan , dan usai data menunjukkan peningkatan moral bisnis Jerman.

Fokus utama untuk dolar AS pekan ini adalah apakah Powell akan memberi sinyal bahwa The Fed bakal menggeser target inflasi menjadi ke rata-rata. Hal ini memungkinkan inflasi naik lebih tinggi dari sebelumnya, yaitu sebelum The Fed menaikkan yang kemudian jadi sentimen negatif lebih lanjut untuk dolar AS.

“Pembicaraan yang paling diantisipasi adalah pidato Ketua Fed Powell pada Kamis,” ujar Minh Trang, pedagang valas senior di Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, seperti dilansir Antara. “Harapannya adalah bahwa mungkin ada perubahan halus dalam seberapa besar keinginan Fed untuk mentolerir inflasi yang lebih tinggi di masa depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri menuturkan, walaupun angka peningkatan kasus baru (Covid-19) masih tinggi termasuk di dalam negeri, tetapi pasar masih merespons positif perkembangan vaksin di dalam negeri. “Selain itu, pasar juga melihat kebijakan quantitative easing (AS) yang telah diterapkan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) bakal membuat likuiditas,” ucap Reny, seperti dikutip dari Kontan.

Oleh sebab itu, Reny berpendapat bahwa dengan sentimen yang ada akan memberi tekanan untuk pergerakan dolar AS ke depannya. Dengan demikian, penguatan nilai tukar rupiah pun diprediksi masih akan berlanjut. “Rangenya, besok (hari ini) di kisaran Rp14.525 per dollar AS hingga Rp14.635 per dollar AS,” tutupnya.

Loading...