Pasar Nantikan Data Ekonomi Terbaru, Rupiah Masih Lesu di Awal Perdagangan

Rupiah - radarsukabumi.comRupiah - radarsukabumi.com

Jakarta rupiah mengawali pada pagi hari ini, Kamis (25/3), dengan pelemahan sebesar 10 poin ke posisi Rp14.435 per AS. Kemarin, Rabu (24/3), Garuda berakhir terdepresiasi 28,5 poin atau 0,20 persen ke level Rp14.425 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik tipis. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,2 persen ke angka 92,5100 usai Menteri AS Janet Yellen dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengindikasikan pada Kongres bahwa mereka memiliki kepercayaan pada kondisi Amerika Serikat.

“Dolar akan naik lebih lanjut, peluncuran vaksin kami akan datang. Eropa sedang mengisap angin di front vaksin,” ungkap Direktur Pelaksana Analisis Mata Uang Global Action Economics, Ronald Simpson, seperti dilansir Antara.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen sebelumnya mengatakan pada Kongres bahwa ia terbuka pada bank-bank untuk membeli kembali saham dan membayar dividen, sebuah pandangan terbaru yang menunjukkan kepercayaan Yellen pada perekonomian. Sementara itu, Ketua The Fed Jerome Powell juga menuturkan bahwa menurutnya 2021 akan jadi tahun yang sangat kuat dalam kasus yang paling mungkin.

Sedangkan rupiah diprediksi akan melemah karena beragam ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pada Kamis (24/3), seperti core durable goods orders, flash manufacturing PMI, dan testimoni Gubernur The Fed Jerome Powell. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, rupiah tertekan lantaran dolar AS makin menguat usai mata uang euro cenderung bergerak melemah. Euro sendiri terperosok karena sentimen Jerman yang memutuskan untuk kembali memberlakukan lockdown nasional.

Kemudian, Ady Pangestu, Analis HFX Berjangka menambahkan bahwa dolar AS secara teknikal mulai kembali diakumulasi oleh . Aksi beli dolar AS kembali marak usai dalam 3 bulan terakhir cenderung bergerak konsolidasi. “Secara teknikal rupiah juga harusnya melemah,” beber Ady, seperti dikutip dari Kontan. Josua memperkirakan gerak rupiah hari ini tak akan jauh berbeda dari kemarin. “Stimulus AS sudah keluar, artinya pelaku kini menanti perkembangan data ekonomi saja,” tandas Josua.

Loading...