Menguat di Awal Perdagangan, Gerak Rupiah Hari Ini Diprediksi Bakal Fluktuatif

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

Jakarta – Kurs rupiah dibuka menguat sebesar 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.115 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (25/6). Sebelumnya, Rabu (24/6), nilai tukar mata uang Garuda berakhir terapresiasi 31 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.130 per USD.

Indeks yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,52 persen ke posisi 97,141 lantaran kenaikan kasus (Covid-19) di Amerika Serikat telah mengurangi kepercayaan investor terhadap pemulihan ekonomi yang cepat. Terlebih karena AS membebankan tarif untuk produk-produk Eropa.

“Pada akhirnya, itu adalah COVID-19 yang mengendalikan berbagai hal, dan hari ini gelasnya setengah kosong. Konteksnya, tentu saja, relevan karena dolar telah melemah dalam beberapa pekan terakhir, sehingga tidak perlu banyak untuk membalikkan tren itu,” ujar Axel Merk, presiden dan kepala di Merk Investments di Palo Alto, California, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, gerak rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi bakal melemah. Padahal optimisme usai redanya ketegangan kondisi antara AS dan telah berhasil mendorong rupiah untuk menguat di akhir perdagangan Rabu. Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara, rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif, namun cenderung rentan terkoreksi.

“Salah satu faktornya adalah rilis Moody’s terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 yang akan tumbuh negatif 0,8%. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pemerintah yang berada di 0,4%,” ungkap Bhima, seperti dilansir Kontan.

Sedangkan dari faktor eksternal, Bhima berpendapat bahwa lonjakan kasus positif Covid-19 di AS yang belum mereda bakal menjadi hal yang menghalau penguatan rupiah. Pihak otoritas kesehatan AS mengatakan bahwa 2 minggu ke depan adalah momen yang krusial untuk penyebaran pandemi Covid-19 di AS.

“Situasi di AS tersebut pada akhirnya membuat pelaku pasar cenderung mencari aset yang aman, yakni dolar AS. Terlihat dari pergerakan index yang menguat tipis 0,03% ke level 96,6,” tandas Bhima.

Loading...