Pasar Nantikan Pengumuman Kabinet RI, Rupiah Dibuka di Zona Hijau

rupiah - banjarmasin.tribunnews.comrupiah - banjarmasin.tribunnews.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Rabu (23/10), dengan penguatan sebesar 5,5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.035 per . Sebelumnya, Selasa (22/10), Garuda berakhir terapresiasi 40 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.041 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,20 persen menjadi 97,5249 di tengah turunnya pound sterling Inggris setelah muncul kekhawatiran baru terkait isu .

Pada Selasa (22/10), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikalahkan dalam pemungutan suara terkait waktu Brexit. Beberapa menit sebelum pemungutan suara terkait waktu, Rancangan Undang-Undang Brexit pemerintah didukung oleh 329 suara terhadap 299 suara dalam pemungutan suara kedua di parlemen, menyingkirkan rintangan pertama. Sayangnya waktu Brexit ditolak.

Pada Selasa Pagi, Johnson mengungkapkan dalam debat parlemen bahwa ia akan menarik RUU Brexit dan mendorong pemilihan apabila itu ditolak oleh parlemen. Ia pun bersumpah untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa pada tanggal 31 Oktober 2019 mendatang, baik dengan atau tanpa kesepakatan. Alhasil pound sterling dan euro kompak melemah di tengah ketidakpastian Brexit, demikian seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, Analis Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar menjelaskan bahwa respons pasar cenderung positif terhadap sejumlah calon menteri yang diperkirakan akan masuk dalam kabinet pemerintahan yang baru untuk periode 2019-2024. Sentimen positif tersebut menurut Deddy kemungkinan berlanjut untuk perdagangan hari ini. “Rabu (23/10), ada potensi bagi rupiah untuk menguat lagi, baik didukung sentimen penyusunan kabinet, juga dilihat dari pergerakan teknikalnya,” ujar Deddy, seperti dilansir Kontan.

Selain itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) (BI) juga mampu menopang penguatan rupiah. Pasar memprediksi BI akan kembali memotong acuannya, sehingga ekspektasi itu berhasil membuat kurs rupiah menguat. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, reli di pasar obligasi Indonesia pun membuat gerak rupiah relatif stabil. “Ini terlihat dari posisi yield surat utang negara (SUN) yang terus turun. Kemarin, yield SUN tenor 10 kembali turun dan berada di level 7,078%,” ucapnya.

Loading...