Pidato Powell Terkait Suku Bunga Bikin Rupiah Terlempar ke Zona Merah

Rupiah - www.aktual.comRupiah - www.aktual.com

Jakarta dibuka melemah sebesar 22,5 poin ke posisi Rp14.425 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Rabu (23/6). Kemudian, lanjut melemah 17,5 poin atau 0,12 persen ke Rp14.420/USD. Sebelumnya, Selasa (22/6), Garuda berakhir terapresiasi 25 poin atau 0,17 persen ke level Rp14.402,5 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur gerak the terhadap enam mata uang utama terpantau berada di level yang lebih rendah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,20 persen jadi 91,733, usai Ketua Jerome Powell menegaskan kembali niat untuk mendorong pemulihan kerja yang luas dan inklusif, serta tak akan menaikkan suku bunga terlalu cepat berdasarkan hanya pada ketakutan tentang kemungkinan adanya .

“Kami tidak akan menaikkan suku bunga secara pre-emptive karena kami khawatir akan kemungkinan terjadinya inflasi. Kami akan menunggu bukti inflasi aktual atau ketidakseimbangan lainnya,” ujar Powell, seperti dilansir Antara.

Dolar AS melambung usai The Fed pada Rabu (16/6) mengungkapkan bahwa pembuat kebijakan memprediksi dua kenaikan suku bunga pada 2023. Hal itu membuat para investor mengevaluasi kembali taruhan bahwa The Fed akan membiarkan inflasi berjalan pada tingkat yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama sebelum akhirnya menaikkan suku bunga. “Saya tidak berpikir dia menjelaskan lebih jauh tentang jadwal waktu. Dia juga tidak membuatnya lebih mendesak,” ucap Lou Brien, ahli strategi pasar di DRW Trading di Chicago.

Dari dalam negeri, rupiah diprediksi akan melanjutkan penguatannya pada Rabu. Hal ini disebabkan karena meredanya laju penguatan dolar AS dan pasar yang mulai stabil. Menurut Ekonom Sucor Sekuritas Ahmad Mikail, saat ini kondisi pasar sudah cukup stabil seiring dengan pelaku pasar yang sudah price in dengan sentimen potensi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan.

“Setelah melihat reaksi pasar pasca FOMC meeting justru cenderung negatif, Powell kemungkinan memberikan pernyataan yang akan menurunkan kekhawatiran pasar akan kemungkinan naiknya suku bunga acuan lebih cepat dari perkiraan,” jelas Ahmad, Selasa (22/6), seperti dikutip Kontan. Selain itu, Ahmad mengungkapkan bahwa capital inflow di pasar saham dan pasar obligasi juga akan membuat gerak rupiah jauh lebih stabil, bahkan berpotensi menguat.

Loading...