Kebijakan ECB Katrol Dolar AS, Rupiah Melemah Tipis 5 Poin

Rupiah - beritakompas.comRupiah - beritakompas.com

Jakarta dibuka melemah tipis sebesar 5 poin ke posisi Rp14.525 per dolar AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (23/4). Kemarin, Kamis (22/4), Garuda berakhir terapresiasi 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp14.520 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS merangkak naik 0,2 persen jadi 91,303 karena ditopang oleh berita yang serta pernyataan Eropa (ECB) bahwa pelemahan zona euro masih membutuhkan dukungan dari kecepatan pembelian obligasi saat ini.

Dolar AS menguat berkat penghindaran risiko (risk-off) serta diperkuat oleh kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan mengusulkan hampir 2 kali lipat pajak atas capital gain untuk orang-orang yang memiliki penghasilan lebih dari 1 juta dolar AS. Selain itu, data klaim pengangguran baru AS yang telah turun ke level terendah 13 bulan, menyiapkan panggung untuk lapangan kerja yang lebih kuat pada April.

“Sampai Anda melihat angka COVID yang lebih baik dari Eropa, potensi kenaikan euro akan dibatasi,” ujar Direktur Pelaksana Analis Mata Uang Global Action Economics, Ronald Simpson, di Safety Harbor, Florida, seperti dilansir Antara. “Jika proposal pajak Biden diteruskan, hal itu dapat merugikan greenback jika mendorong para dengan keuntungan besar untuk menjualnya sebelum peraturan diberlakukan. Hal itu mungkin terus menekan pasar , terus menerus, selama sisa tahun ini, yang tidak akan menjadi pertanda baik bagi dolar jika kita mulai melihat arus keluar dari ekuitas AS,” imbuhnya.

Di sisi lain, Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong berpendapat bahwa penguatan rupiah kemarin masih sejalan dengan gerak mata uang dunia. Menurutnya, dengan sentimen risk-on yang menguat, maka minat risiko investor pun muncul. Hal ini juga terlihat dari menguatnya bursa saham pada perdagangan kemarin.

Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu menambahkan, pada hari ini gerak rupiah masih akan dipengaruhi kinerja dolar AS. “Pelemahan dolar AS masih sejalan dengan yield US Treasury yang masih bergerak melemah. Pada esok hari (hari ini) juga tidak ada data ekonomi yang akan memengaruhi rupiah, sehingga sentimen dolar AS dan teknikal akan lebih mewarnai pergerakan rupiah,” katanya.

Loading...