Rupiah Pagi Ini Menguat Tajam Pasca Kesepakatan Stimulus Uni Eropa

Rupiah - radarsukabumi.comRupiah - radarsukabumi.com

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (22/7), dengan penguatan sebesar 136 poin ke level Rp14.605 per . Kemudian lanjut menguat 133,5 poin atau 0,91 persen ke Rp14.607,5/USD. Sebelumnya, Selasa (21/7), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 44 poin atau 0,30 persen ke posisi Rp14.741 per USD.

Indeks AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah ke level terendah dalam lebih dari 4 bulan. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks AS terperosok 0,64 persen ke angka 95,123 di tengah penguatan euro ke posisi tertinggi terhadap USD sejak Januari 2019 usai negara-negara Uni Eropa mencapai kesepakatan rencana stimulus besar-besaran untuk menghidupkan kembali yang merosot karena (Covid-19).

Kesepakatan Uni Eropa yang merupakan kompromi mengenai kekhawatiran terhadap negara-negara yang dianggap hemat seperti Belanda, Austria, dan Swedia tentang bantuan untuk lebih banyak kepada tetangga mereka yang lebih boros dipuji sebagai sinyal penting persatuan oleh para pemimpin Eropa dan landasan bagi pemulihan ekonomi. Namun ini juga berpotensi menimbulkan keretakan yang dapat menghambat kesepakatan di masa mendatang.

“Ini adalah fakta penting yang akhirnya bisa mereka lakukan, mereka membuat semua orang setuju. Ini kurang dari yang saya pikir mereka akan lakukan sehingga pengaruhnya terhadap euro akan terbatas,” ujar Joseph Trevisani, analis senior di FXStreet.com, seperti dilansir Antara.

Hasil yang menggembirakan dari sejumlah uji coba vaksin Covid-19 pada Senin (20/7) pun menjaga sentimen tetap kuat dan memberi dorongan tambahan untuk saham . Pada hari ini rupiah diprediksi akan kembali menguat karena ditopang oleh sentimen eksternal.

“Penguatan besok didominasi eksternal, terutama oleh sentimen penyelamatan ekonomi Eropa dan penemuan vaksin Covid-19,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, seperti dikutip dari Kontan.

Menurut Ekonom Pefindo Fikri C Permana, akan ada banyak sentimen yang dapat mendorong penguatan rupiah hari ini, salah satunya penemuan vaksin Covid-19 yang diharapkan bisa segera mengurangi ketidakpastian pada kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia. “Namun, di sisi lain peningkatan jumlah pasien masih di atas 1.000 orang per hari di Tanah Air, dan ini cukup menjadi pemberat bagi laju capital inflow,” ucap Fikri.

Loading...