Pasar Cerna Risalah The Fed, Rupiah Melemah di Pembukaan

Rupiah - www.seputarforex.comRupiah - www.seputarforex.com

Jakarta – Nilai tukar dibuka melemah sebesar 9 poin atau 0,06 persen ke posisi Rp14.103,5 per di awal perdagangan pagi hari ini, Kamis (21/11). Kemarin, Rabu (20/11), mata uang Garuda terpantau terdepresiasi tipis sebesar 4 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.095 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau . Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik sebesar 0,07 persen menjadi 97,9314 lantaran para pelaku pasar terus mengamati perkembangan real-time terkait perdagangan global dan risalah pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve.

The Fed berpendapat bahwa mereka tak perlu menurunkan acuan sekali lagi kecuali ada penilaian ulang material dari prospek . “Sehubungan dengan kebijakan moneter di luar pertemuan ini, sebagian besar peserta menilai bahwa sikap kebijakan, setelah pengurangan 25 basis poin pada pertemuan ini, akan dikalibrasi dengan baik untuk mendukung prospek pertumbuhan moderat, pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi di dekat target komite dua persen yang simetris dan kemungkinan akan tetap demikian,” demikian bunyi risalah The Fed, seperti dilansir Xinhua melalui Antara.

Dari hasil pertemuan The Fed menunjukkan bahwa para pejabat sentral lebih optimis terkait prospek ekonomi Amerika Serikat dibandingkan sebelumnya, serta mengesampingkan pemangkasan suku bunga yang lebih lanjut. “Semua peserta menilai bahwa suku bunga negatif saat ini tampaknya tidak menjadi alat kebijakan moneter yang menarik di Amerika Serikat,” kata risalah The Fed.

Di sisi lain, gerak rupiah pada perdagangan hari ini diprediksi masih akan melemah karena masih didominasi oleh sentimen perang dagang antara AS dengan China serta meningkatnya kondisi politik di Hong Kong. Menurut Analis Garuda Berjangka Ibrahim sentimen utama hari ini berasal dari faktor eksternal.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum lama ini merilis pernyataan bahwa ia mungkin akan menaikkan impor lebih jauh apabila negosiasi perdagangan dengan China gagal. Ketegangan antara dua negara ini makin memanas usai Senat AS mengeluarkan 2 RUU terkait Hong Kong yang mendukung para pengunjuk rasa di kota tersebut. Langkah tersebut rupanya menuai kritik dari kementerian luar negeri China.

“Kemungkinan rupiah baru akan menguat pekan depan, dengan harapan perang dagang akan mereda dan ekonomi dalam negeri akan cukup positif,” pungkas Ibrahim, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...