Pasar Nantikan Hasil RDG BI, Rupiah Melemah di Hadapan Dolar AS

Rupiah - depositphotos.comRupiah - depositphotos.com

Jakarta – Kurs dibuka melemah sebesar 12,5 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.530 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (21/7). Sebelum libur Hari Raya Idul Adha, Senin (19/7) sore, Garuda berakhir terdepresiasi 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.517,5 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik ke level tertinggi 3 bulan. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan naik 0,1 persen ke angka 92,961, usai mencapai level tertinggi 3 bulan di 93,161 pada awal sesi perdagangan.

Dolar AS menguat karena adanya upaya investor untuk melarikan aset-asetnya ke aset yang lebih aman, lantaran investor tetap cemas terkait varian yang menyebar lebih cepat dan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global. Terlebih karena jumlah infeksi di Amerika Serikat dilaporkan telah melonjak, khususnya di daerah di mana vaksinasi tertinggal.

Dolar AS naik saat diferensial imbal hasil telah bergerak berlawanan. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun yang dijadikan acuan dilaporkan turun ke level terendah 5 bulan di bawah 1,20 persen pada Senin (19/7), di tengah skeptisisme baru terkait rebound ekonomi yang kuat dari pandemi.

“Pergeseran ekspektasi tingkat pertumbuhan relatif melemahkan arus modal keluar dari AS dan meningkatkan daya tarik investasi berdenominasi dolar. Pada saat yang sama, pelonggaran posisi spekulatif memaksa tekanan jual di -pasar mata uang – mendorong dolar naik,” ucap Karl Schamotta, kepala strategi di Cambridge Global Payments di Toronto, seperti dilansir Antara.

Data teranyar menunjukkan pembangunan rumah baru di Amerika Serikat naik 6,3 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,643 juta unit bulan lalu memiliki sedikit reaksi dari pasar valas.

Sementara itu, rupiah diprediksi berpeluang untuk menguat jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Indonesia yang dilaksanakan pada 21-22 Juli. Menurut Ahmad Mikail Zaini, Ekonom Sucor Sekuritas, pasar akan mengantisipasi hasil RDG BI. “Ada kemungkinan BI akan menahan suku bunga dan ini berdampak positif bagi nilai tukar rupiah,” papar Ahmad, seperti dikutip Kontan.

Loading...