Usai Pelantikan Biden, Rupiah Langsung Ngebut ke Zona Hijau

Rupiah - kumparan.comRupiah - kumparan.com

Jakarta – Rupiah dibuka menguat sebesar 12,5 poin ke posisi Rp14.022,5 per di awal hari ini, Kamis (21/1). Kemudian rupiah lanjut melaju 21 poin atau 0,15 persen ke Rp14.014/USD. Kemarin, mata uang Garuda berakhir terapresiasi 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.035 per USD.

Sementara itu, indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sebagian mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,1 persen jadi 90,483. Sejak awal tahun 2021 ini indeks dolar AS berhasil membukukan kenaikan sebesar 0,5 persen.

Sentimen risiko saat ini terangkat di tengah optimisme terkait stimulus besar-besaran di bawah pemerintahan baru Joe Biden yang kemungkinan bakal mendukung pemulihan ekonomi Amerika Serikat. Adapun S&P 500 naik ke level tertinggi baru sepanjang masa, sedangkan minyak mentah berjangka AS naik seiring dengan berlanjutnya reli risiko.

Joe Biden dilantik sebagai presiden ke-46 AS pada Rabu (20/1) bersumpah untuk mengakhiri “perang tak beradab” di negaranya yang terpecah belah dan terguncang oleh ekonomi yang terpukul dan pandemi (Covid-19) yang telah menewaskan lebih dari 400.000 warga AS. Pemerintahan yang baru ini diharapkan mampu mendorong melalui Kongres rencana stimulus fiskal AS dengan nilai hampir 2 triliun dolar AS.

“Setelah Anda tidak lagi yakin tentang sesuatu dan hal itu terwujud, optimisme keseluruhan tumbuh dan memberi jalan kepada narasi pemulihan global. Pemilu dan masalah setelahnya – semuanya memainkan peran yang dramatis, tapi sekarang sudah berakhir. Joe Biden adalah presiden dan harapan stimulus, seperti beberapa , berada pada rekor tertinggi,” ujar Juan Perez, ahli strategi dan pedagang valas senior di Tempus Inc. di Washington, seperti dilansir Antara.

Menurut Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, nilai tukar rupiah bakal lanjut menguat usai pelantikan Biden. Selain itu, penguatan rupiah juga akan didukung rencana Biden menyiapkan stimulus AS sebesar 1,9 triliun dolar AS. Tak jauh berbeda, Analis HFX Berjangka Ady Pangestu menuturkan jika stimulus AS lolos maka dolar AS akan melemah dan rupiah berpotensi kembali ke Rp14.000/USD. “Ke depan pelaku pasar menanti realisasi stimulus AS yang lebih besar ini,” tutupnya, seperti dikutip Kontan.

Loading...