Rupiah Dibuka Turun Tipis 5 Poin, Teredam oleh Pelemahan Dolar AS

Kurs Rupiah - www.viva.co.idKurs Rupiah - www.viva.co.id

Jakarta dibuka melemah tipis sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke posisi Rp14.160 per AS di awal pagi hari ini, Jumat (20/11). Kemarin, Kamis (19/11), Garuda berakhir terdepresiasi 85 poin atau 0,60 persen ke level Rp14.155 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS tergelincir 0,2 persen menjadi 92,299 usai diperdagangkan lebih tinggi untuk sebagian besar hari, di tengah bahwa para pemimpin Senat Amerika Serikat dari Partai Republik setuju untuk melanjutkan negosiasi terkait stimulus virus corona (Covid-19) lagi.

Berdasarkan laporan CNBC, pada Kamis (19/11) Senat Demokrat terkemuka Chuck Schumer mengatakan bahwa Pemimpin Mayoritas Partai Republik Mitch McConnell telah setuju untuk melanjutkan pembicaraan bantuan COVID-19. Rencana stimulus tersebut kabarnya baru akan disahkan usai presiden terpilih Joe Biden menjabat pada Januari 2021 mendatang.

“Euro mencapai titik tertinggi terhadap dolar beberapa jam yang lalu dan secara teknis ketika kami berada di atas 1,1850 dolar, pergerakan lebih tinggi dipercepat. Saya pikir relatif tipis dan ketika berita Schumer muncul, itu semakin membuka pintu. masih sensitif terhadap berita tentang stimulus,” ujar Kepala Strategi Bannockburn Forex, Marc Chandler.

Dolar AS sedikit bereaksi usai Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mingguan AS naik jadi 742.000 setelah disesuaikan secara musiman untuk pekan terakhir 14 November 2020. Berdasarkan survei Reuters, para ekonom memperkirakan 707.000 permohonan.

Sedangkan dari dalam negeri, rupiah diprediksi bakal melemah lagi di akhir pekan ini. Namun, dengan peluang pelemahan indeks dolar AS, koreksi rupiah cenderung tipis. Keputusan BI untuk menurunkan suku bunga acuan dari 4,00 persen jadi 3,75 persen diperkirakan masih akan menekan rupiah hari ini.

“Walau secara umum, pemangkasan suku bunga ini menandakan kepercayaan terhadap rupiah dan fundamental ekonomi Indonesia yang lebih baik,” kata Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...