Rupiah Belum Mampu Bangkit di Perdagangan Kamis Pagi

Rupiah - beritagar.idRupiah - beritagar.id

Jakarta rupiah dibuka melemah sebesar 10 poin ke posisi Rp14.080 per dolar AS di awal pagi hari ini, Kamis (19/11). Kemudian, rupiah lanjut melemah 25 poin atau 0,18 persen ke angka Rp14.095/USD. Kemarin, Rabu (18/11), Garuda berakhir terdepresiasi 15 poin atau 0,11 persen ke level Rp14.070 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,1 persen jadi 92,312 usai melemah ke posisi 92,207, level terendah sejak 9 November 2020. Anjloknya dolar AS terjadi ketika kabar mengimbangi lonjakan kasus (Covid-19) dan pembatasan yang lebih ketat di seluruh wilayah Amerika Serikat dan Eropa.

Pfizer mengumumkan hasil akhir uji coba tahap akhir vaksin Covid-19 menunjukkan 95 persen efektif. Disusul dengan berita bahwa vaksin Moderna Inc juga memiliki tingkat efektivitas sebesar 94,5 persen. Kabar tersebut sekaligus meredakan yang sedang lelah dengan kondisi pandemi.

“Lonjakan kasus COVID umumnya baik untuk dolar dan mata uang safe-haven lainnya seperti yen dan franc Swiss, tetapi berita positif vaksin kurang lebih melawan itu,” ungkap Kepala Strategi Valuta Asing BMO Capital Markets, Greg Anderson, di New York, seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, sentimen yang diprediksi bakal memengaruhi rupiah hari ini adalah rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia. Menurut Analis Monex Investindo Futures Faisyal, pasar sejauh ini memperkirakan BI bakal mempertahankan suku bunga acuan. “Jadi jika BI mempertahankan suku bunga acuan, seharusnya bisa jadi sentimen positif buat rupiah. Apalagi indeks dolar Amerika Serikat (AS) kan sebenarnya trennya juga melemah belakangan ini,” ujarnya, seperti dikutip dari Kontan.

Sedangkan sentimen yang mungkin menahan laju penguatan rupiah menurutnya berasal dari perkembangan kasus virus corona. Apabila secara global kembali terjadi lonjakan kasus positif Covid-19, maka rupiah bisa saja kembali melemah di pasar spot. “Rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp14.000 per dolar AS-Rp14.150. Rupiah sedang menguji level psikologis untuk menembus level Rp14.000 per dolar AS,” tuturnya.

Loading...