Pasar Tunggu Pengumuman Suku Bunga BI, Rupiah Dibuka Melaju 95 Poin

Rupiah - news.okezone.comRupiah - news.okezone.com

Jakarta dibuka menguat sebesar 95 poin atau 0,64 persen ke level Rp14.750 per di awal pagi hari ini, Rabu (19/8). Sebelumnya, Selasa (18/8), mata uang Garuda terpantau melemah 50 poin atau 0,34 persen ke posisi Rp14.845 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau terperosok ke level terendah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,55 persen menjadi 92,308 usai sebelumnya berada di angka terendah 92,124, level terendah sejak bulan Mei 2018. Penurunan USD ini terjadi sebagai dampak berkelanjutan dari stimulus yang melemahkan dolar AS secara luas untuk hari kelima berturut-turut dan meningkatkan indeks saham AS ke rekor tertinggi.

Walaupun dolar AS kerap berfungsi sebagai aset safe haven di tengah krisis, dolar AS sudah jatuh sejak intervensi Federal Reserve ke pasar keuangan untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Program telah mendorong aset-aset berisiko ke level tertinggi sepanjang masa dan mengurangi permintaan safe haven, bahkan saat telah melukiskan gambaran suram tentang pemulihan Amerika Serikat.

“Fed memompa semua likuiditas ke pasar,” ujar Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets, seperti dilansir Antara. “Pelemahan dolar pada Selasa (18/8/2020) bukanlah hasil dari rilis data tertentu, tetapi tentang pergerakan yang lebih rendah yang telah mendapatkan momentum. Begitu momentum dolar AS mengakar, itu seperti mencoba memutar kapal induk, itu sulit dilakukan. Dan saya pikir momentumnya sudah mengakar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail Zaini berpendapat jika rupiah masih berpotensi untuk melemah pada hari ini karena sentimen dari dalam negeri, yaitu pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait keputusan suku bunga acuan.

“Jika melihat kondisi saat ini, dengan neraca perdagangan Indonesia yang catatkan surplus US$3 miliar, ada peluang BI akan kembali memangkas suku bunga acuan. Jika terjadi pemangkasan, tentu ini akan menjadi katalis untuk rupiah mengalami pelemahan,” kata Ahmad, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...