Dolar Merosot ke Level Terendah, Rupiah Pagi Ini Dibuka Stagnan

Rupiah - www.moneysmart.idRupiah - www.moneysmart.id

Jakarta mengawali pagi hari ini, Jumat (18/12), dengan posisi stagnan di level Rp14.107,5 per dolar AS sampai pukul 09.14 WIB. Kemarin, Kamis (17/12), kurs mata uang Garuda berakhir terapresiasi 17,5 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.107,5 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS jatuh ke level terendah 89,723, menembus level di bawah 90 untuk pertama kalinya sejak April 2017, dan terakhir melorot 0,50 persen pada angka 89,795. Anjloknya USD terjadi saat parlemen Amerika Serikat berselisih terkait detail stimulus bantuan Covid-19.

Negosiasi di Kongres AS tentang rincian akhir dari RUU bantuan Covid-19 senilai 900 miliar dolar AS bisa molor sampai akhir pekan, kebutuhan RUU pengeluaran sementara untuk mencegah penutupan pemerintah juga membayangi, kata Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell, Kamis (17/12).

“Kami sedang menghadapi refleksi ,” ujar Axel Merk, presiden dan kepala investasi di Merk Investments di Palo Alto, California, seperti dilansir Antara. Merk juga mencatat bahwa para kini sedang menjual dolar AS untuk membeli aset-aset lainnya. “Itulah tema yang kami miliki dan, jika ada, itu semakin cepat,” sambung Merk.

Rupiah sendiri berpeluang untuk melanjutkan penguatannya di akhir pekan ini karena didukung oleh sentimen internal dan eksternal. Menurut Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah, sentimen penggerak rupiah pada perdagangan Jumat cenderung mixed. Dari sisi eksternal, gerak rupiah masih akan dipengaruhi keputusan yang memertahankan suku bunga acuan.

Kemudian, kebijakan pengucuran stimulus lewat quantitative easing (QE) turut menekan kurs dolar dan mampu memberi suntikan tenaga untuk rupiah lanjut menguat. “Pada Jumat (18/12) ada peluang untuk rupiah melanjutkan penguatan. Sentimen mixed dari eksternal dan internal terkait rencana pengetatan PSBB dan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Indonesia (BI),” ungkap Piter pada Kontan.

Piter menilai, PSBB menjelang Natal dan Tahun Baru ikut memberi sentimen negatif untuk rupiah. Beruntung karena keputusan BI menahan suku bunga di angka 3,75 persen dapat menjadi sentimen untuk rupiah.

Loading...