The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat di Tengah Penantian Hasil RDG BI

Rupiah - baca.co.idRupiah - baca.co.id

Jakarta – Nilai tukar Garuda dibuka menguat sebesar 3,5 poin ke posisi Rp14.121,5 per AS di awal pagi hari ini, Kamis (17/12). Kemarin, Rabu (16/12), kurs rupiah berakhir terdepresiasi tipis 5 poin atau 0,04 persen ke level Rp14.125 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,03 persen jadi 90,4500 saat para investor sedang mempertimbangkan pernyataan kebijakan terbaru Federal Reserve ().

Pada Rabu (16/12), The Fed memutuskan untuk menahan acuan tidak berubah pada level 0-0,25 persen, rekor terendah mendekati nol usai menyimpulkan pertemuan kebijakan akhir tahun 2020. Komite pengaturan Fed juga mengatakan program pembelian bulanan akan berlanjut sampai membaik secara substansial.

“Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan terus membebani aktivitas ekonomi, pekerjaan, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah,” kata ujar The Fed, seperti dilansir Antara. Bank sentral Amerika Serikat tersebut memotong suku bunga acuannya mendekati nol di awal tahun 2020 ini sebagai upaya mendukung pasar di tengah terpaan pandemi (Covid-19).

Sedangkan gerak rupiah diperkirakan bakal terpengaruh oleh sinyal kebijakan dari sejumlah bank sentral pada akhir tahun ini. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, rupiah hari ini akan bergerak cenderung menguat. “Rupiah besok (hari ini) kecenderungannya menguat di tengah pelemahan indeks dolar didukung juga optimisme stimulus fiskal dan keputusan FOMC yang cenderung dovish,” jelas Josua, seperti dikutip dari Kontan.

Lebih lanjut Josua memaparkan jika pasar akan mencermati rilis data ekonomi terbaru Amerika Serikat terkait penjualan retail November 2020 yang turun dan Markit PMI manufacturing, serta keputusan The Fed. Pasar keuangan khususnya menunggu terkait pembelian aset keuangan di tengah peningkatan kasus Covid-19 di sejumlah negara maju, termasuk negara bagian di AS. Sedangkan dari dalam negeri, para pelaku pasar sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 3,5%.

Loading...