Wait & See Jelang Pernyataan The Fed, Rupiah Melaju ke Level Rp14.790/USD

Rupiah - citypost.idRupiah - citypost.id

mengawali perdagangan pagi hari ini, Rabu (16/9), dengan penguatan sebesar 55 poin atau 0,37 persen ke level Rp14.790 per AS. Sebelumnya, Selasa (15/9), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 35 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp14.845 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS sedikit berubah pada posisi 93,062 lantaran USD pulih usai euro membalikkan kenaikan sebelumnya.

Dolar AS jatuh ke level terendah dua pekan terhadap yen di tengah ekspektasi akan memertahankan sikap pesimisnya terhadap ekonomi AS di tengah pandemi Covid-19, dan menahan suku bunga AS mendekati nol untuk beberapa waktu.

Para analis tak memperkirakan pandangan kenaikan suku bunga dari Fed pada Rabu waktu setempat, namun apabila itu benar-benar terjadi, maka hal tersebut dapat menjadi sentimen positif untuk dolar AS. “Berita besar untuk besok adalah kenaikan suku bunga 2023. Apa yang kami harapkan adalah bahwa Fed memproyeksikan tidak ada kenaikan suku bunga hingga 2023. Jika mereka menaikkan suku bunga di sana, ekuitas dan komoditas akan dijual dan dolar akan reli,” ucap Greg Anderson, kepala strategi valas global di BMO Capital Markets di New York, seperti dilansir dari Antara.

“Bank sentral AS akan mewaspadai ketidakpastian yang akan dibawa oleh pemilihan AS dan tidak ingin menyebabkan kekacauan yang tidak perlu di ,” imbuh Fawad Razaqzada, analis , di ThinkMarkets.com di London.

Di sisi lain, rupiah diprediksi masih akan menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen untuk rupiah berasal dari penantian pasar terhadap pernyataan The Fed dan (BI) yang akan dilakukan tengah pekan ini.

Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, The Fed masih akan bersikap dovish dan menekan dolar AS. Hal itu pula yang akan menguntungkan rupiah hari ini. “Pasar menanti outlook ekonomi Indonesia di tengah masa pandemi sudah mulai optimis atau masih ada keraguan, sehingga pergerakan rupiah cenderung wait and see, flat,” papar Alwi, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...