Dolar AS Rebound, Rupiah Lagi-lagi Tersungkur di Pembukaan

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

Jakarta rupiah mengawali pagi hari ini, Kamis (14/1), dengan pelemahan sebesar 15 poin ke angka Rp14.075 per . Kemudian, rupiah lanjut 30 poin atau 0,21 persen ke level Rp14.090/USD. Kemarin, Rabu (13/1), mata uang Garuda berakhir terapresiasi 70 poin atau 0,5 persen ke posisi Rp14.060 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau rebound. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,37 persen jadi 90,359, bangkit dari posisi terendah 3 pekan. Rebound dolar AS terjadi di tengah harapan belanja yang lebih tinggi oleh pemerintahan presiden terpilih, Joe Biden dan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung dari krisis -19.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat didorong oleh harapan bahwa pemerintahan Biden bakal meningkatkan pengeluaran, sehingga membantu menopang dolar AS. USD juga memperoleh suntikan tenaga dari ekspektasi kelanjutan pemulihan ekonomi di AS. “Anda melihat kelanjutan dari perdagangan berkinerja baik AS,” ujar Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, seperti dilansir Antara.

Kemudian, data pada Rabu (13/1) menunjukkan bahwa konsumen AS meningkat dengan kuat pada Desember 2020 di tengah naiknya biaya bensin, walau yang mendasarinya tetap jinak karena telah membebani pasar tenaga kerja dan industri jasa-jasa.

“Secara keseluruhan, kenaikan IHK (indeks harga konsumen) utama Desember sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga energi yang berlanjut hingga Januari, meskipun komponen inti cenderung menunjukkan sedikit risiko dari angka inflasi yang memanas dalam waktu dekat,” imbuh Michael Englund, kepala ekonom di Action Ekonomi.

Dari dalam negeri, program vaksinasi Covid-19 diperkirakan dapat menjadi katalis positif untuk gerak rupiah di perdagangan hari ini. “Pasar masih akan melihat sejauh mana efektivitas reaksi masyarakat dengan dimulainya vaksinasi di Tanah Air. Bahkan rupiah sempat menguat di Rp14.055 per dolar AS pada perdagangan hari ini (kemarin),” ucap Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, seperti dikutip Kontan.

Meski demikian, Nanang juga menilai rupiah kemungkinan melemah apabila data inflasi AS yang bakal dirilis malam ini naik. Kondisi itu pula yang akan berimbas pada penguatan greenback dan sekaligus menekan rupiah.

Loading...