Dolar AS Terkoreksi Akibat Data Ekonomi Buruk, Rupiah Manfaatkan Peluang untuk Rebound

Rupiah - ekbis.sindonews.comRupiah - ekbis.sindonews.com

Jakarta – Kurs rupiah dibuka menguat sebesar 20 poin atau 0,14 persen ke level Rp14.150 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (13/11). Sebelumnya, Kamis (12/11), mata uang Garuda berakhir terdepresiasi 85 poin atau 0,6 persen ke angka Rp14.170 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau sedikit melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS turun 0,09 persen jadi 92,9628 usai sedikit rebound pada perdagangan London dari level terendah selama perdagangan Asia.

Pelemahan USD terjadi ketika para berhati-hati atas ekspektasi terkait vaksin (Covid-19) yang tak mungkin menanggal kasus di musim dingin yang suram di Amerika Serikat dan Eropa ketika gelombang baru Covid-19 mengalami peningkatan.

Sedangkan klaim pengangguran mingguan AS terbaru juga tak berhasil menggerakkan dolar AS saat dirilis pada Kamis pagi. itu menunjukkan laju penurunan klaim telah melambat jadi 709.000 dibanding 757.000 pada pekan sebelumnya dan perkiraan untuk 735.000 klaim.

Selain itu, masih belum menemukan arah baru dari berbagai komentar oleh para gubernur bank sentral di Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris. Mereka memang menyambut baik hasil yang menggembirakan dalam uji coba vaksin, namun menekankan bahwa kondisi masih belum pasti, demikian seperti dilansir Antara

Dari dalam negeri, Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu berpendapat bahwa secara teknikal pelemahan rupiah berpeluang untuk berlanjut pada akhir pekan. Salah satu faktor penyebabnya karena indeks dolar AS yang rebound dari posisi USD92. “Ini membuat dollar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang mayor lainnya,” terang Ady, seperti dikutip dari Kontan.

Adapun untuk sentimen domestik terdapat angka pertumbuhan ritel yang masih negatif. Menurut terbaru, penjualan ritel pada bulan September 2020 mengalami kontraksi 8,7 persen walaupun membaik dari bulan sebelumnya. “Pelemahan rupiah bisa berlanjut ke Rp14.250 per dollar AS atau bahkan sampai Rp14.430 per dollar AS. Untuk besok kemungkinan di rentang Rp14.000 per dollar hingga dan Rp14.100 per dollar AS,” tandas Ady.

Loading...