Paket Stimulus AS Masih Belum Jelas, Rupiah Berhasil Merangkak ke Zona Hijau

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Kamis (13/8), dengan penguatan sebesar 17,5 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.742,5 per . Kemarin, Rabu (12/8), kurs Garuda berakhir terdepresiasi 80 poin atau 0,55 persen ke level Rp14.760 per .

Sementara itu, indeks AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah dari level tertinggi sepekan. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks AS melorot 0,3 persen menjadi 93,418 lantaran perselisihan politik terkait paket stimulus untuk mengatasi dampak pandemi (-19) terhadap ekonomi AS.

Di sisi lain, angka indeks harga (IHK) Amerika Serikat yang menguat melampaui perkiraan, secara singkat sempat menopang laju dolar AS. Data terbaru menunjukkan bahwa indeks harga AS naik 0,6 persen bulan lalu usai rebound 0,6 persen pada Juni 2020. Tidak termasuk komponen makanan dan ekonomi yang mudah berubah, IHK menguat 0,6 persen. Angka tersebut sekaligus menunjukkan kenaikan terbesar dari Januari 1991 usai kenaikan 0,2 persen pada Juni 2020.

“Tentu saja (kebuntuan) telah membebani prospek pertumbuhan AS. Pasar harus menurunkan ekspektasi sehubungan dengan ukuran paket stimulus yang akan disepakati,” ungkap Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto, seperti dilansir Antara.

Dari dalam negeri, kurs rupiah diprediksi akan melanjutkan pelemahannya pada hari ini karena didominasi oleh sentimen eksternal. Menurut Presiden Direktur HFX International Sutopo Widodo, tekanan untuk rupiah belum akan reda melihat indeks dolar AS yang mulai menguat seiring dengan kenaikan imbal hasil US Treasury.

“Harapan penguatan indeks kembali pulih dari level terendah lebih dari dua tahun dikarenakan harapan stimulus AS dan berita vaksin. Kongres AS juga belum mulai membahas paket bantuan (Covid-19), tetapi pasar tetap optimistis di tengah ekspektasi bahwa Presiden AS Donald Trump akan menaklukkan hambatan apapun seperti yang baru-baru ini dia lakukan dengan perintah eksekutif untuk tunjangan pengangguran,” jelas Sutopo, seperti dikutip dari Kontan.

Loading...