Pagi Ini Rupiah Berhasil Merangkak Naik 5 Poin ke Level Rp14.080/USD

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

Jakarta mata uang Garuda mengawali pagi hari ini, Kamis (12/11), dengan penguatan tipis sebesar 5 poin atau 0,04 persen ke angka Rp14.080 per AS. Kemarin, Rabu (11/11), ditutup terdepresiasi 27,5 poin atau 0,20 persen ke posisi Rp14.085 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau naik. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS menguat 0,3 persen usai bergerak mendatar pada Selasa dan menguat 0,5 persen pada Senin. Penguatan dolar AS ini terjadi saat terus menyesuaikan diri dengan yang lebih tinggi dan prospek pertumbuhan setelah adanya kabar yang menggembirakan terkait virus corona (Covid-19).

Dolar AS sudah mulai bergerak naik bersama keuntungan di ekuitas dalam peralihan dari status safe haven selama pandemi Covid-19 saat cenderung bergerak ke arah yang berlawanan, ujar Erik Nelson, ahli strategi makro di Wells Fargo Securities. “Ini adalah perubahan besar dari apa yang kami lihat selama beberapa bulan terakhir,” tutur Nelson, seperti dilansir Antara.

“Kenaikan yang kami lihat pada imbal hasil AS bisa menjadi titik perubahan yang sangat penting untuk melihat bahwa hubungan ekuitas-dolar mulai berkembang. Saat Anda melihat imbal hasil riil atau nominal, menjadi semakin menarik untuk memiliki dolar daripada euro,” imbuh Nelson.

Sementara itu, rupiah kemarin melemah karena terimbas aksi profit taking atau ambil untung. Alhasil reli rupiah selama 6 hari berturut-turut pun terhenti. Menurut Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri, secara fundamental sebenarnya rupiah diliputi sentimen positif. “Derasnya arus modal asing yang masuk ke pasar saham maupun obligasi setelah pemilu AS berakhir mendukung rupiah menguat, tetapi hari ini ada profit taking,” beber Reny, seperti dikutip Kontan.

Analis Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono memprediksi bahwa rupiah hari ini berpeluang untuk melemah secara teknikal. “Tinggal menunggu waktu saja rupiah jebol ke bawah Rp 14.000 per dolar AS, karena didukung penguatan pasar keuangan,” tandas Wahyu.

Loading...