Kurs Rupiah Lagi-lagi Keok Dihempas Penguatan Dolar AS

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

Jakarta – Pada awal pagi hari ini, Jumat (12/6), kurs dibuka melemah sebesar 40 poin atau 0,29 persen ke posisi Rp14.060 per AS. Kemarin, Kamis (11/6), Garuda berakhir terdepresiasi 40 poin atau 0,29 persen ke level Rp14.020 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur gerak dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,5 persen menjadi 96,681 diakibatkan aksi jual Amerika Serikat di tengah turunnya ekspektasi bahwa akan pulih dengan cepat dari pandemi (Covid-19).

“Hari ini, semangatnya tidak begitu kuat. Satu perdagangan beriak melalui : mengambil keuntungan dari ekuitas, mengalahkan negara berkembang, melepaskan keuntungan dalam mata uang utama, dan berbondong-bondong ke utang yang aman,” ujar Kepala Strategi Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, di New York, seperti dilansir Antara.

Para pedagang mata uang mengambil petunjuk dari pasar saham AS, di mana S&P 500 ada di jalur untuk hari terburuk sejak bulan Maret 2020. “Keuntungan bersejarah dalam ekuitas ini benar-benar diuji. Ada beberapa kekhawatiran tentang infeksi ulang, tetapi pemikiran saya adalah bahwa hari ini tidak jauh berbeda dari awal minggu,” ujar Wakil Presiden Perdagangan dan Transaksi Tempus Inc, John Doyle, di Washington.

“Tapi mungkin karena seberapa cepat dan seberapa keras ekuitas telah naik dan dolar telah turun, pedagang mencari alasan untuk mengambil keuntungan dan membawa mereka dari posisi tertinggi mereka dan dolar dari posisi terendah mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf rupiah terkena profit taking karena telah menguat cukup drastis ke bawah Rp13.800/USD. Tetapi, ia menilai bahwa secara keseluruhan kurs rupiah masih berada pada tren penguatan. “Ini didukung sentimen Bank Sentral AS (The Fed) yang berkomitmen untuk jaga pertumbuhan ekonomi dan siap menjalankan kebijakan moneter akomodatif unlimited, termasuk dalam membeli aset,” ucap Alwi, seperti dilansir dari Kontan.

Loading...