Peralihan Aset Aman ke Berisiko, Rupiah Rebound di Awal Perdagangan

Rupiah - katadata.co.idRupiah - katadata.co.id

Jakarta – Kurs rupiah dibuka rebound atau sebesar 40 poin atau 0,27 persen ke level Rp14.640 per di awal pagi hari ini, Rabu (12/8). Sebelumnya, Selasa (11/8), nilai tukar Garuda berakhir terdepresiasi 32 poin atau 0,22 persen ke posisi Rp14.680 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik tipis sebesar 0,1 persen jadi 93,709, mencapai level tertinggi satu minggu pada awal sesi. Penguatan dolar AS terjadi usai seorang pejabat tinggi senat AS mengungkapkan negosiasi di Kongres terkait paket stimulus tambahan untuk pandemi (-19) belum berkembang.

Pemimpin Senat AS dari Partai Republik Mitch McConnell mengungkapkan bahwa negosiator Gedung Putih belum berbicara pada Selasa (11/8), dengan para pemimpin Demokrat di Kongres terkait undang-undang bantuan Covid-19 usai pembicaraan yang tersendat pada pekan lalu. Alhasil, saham-saham Wall Street terpukul usai pernyataan McConnell tersebut, sedangkan harga-harga Amerika Serikat mengurangi kerugian.

“Kita akan terjebak di sini sebentar. Dan itu masalah besar. Apa yang akan terjadi pada orang-orang yang tidak akan memotong cek $600? Tanpa itu berarti kita kehilangan pendapatan dan kita kehilangan konsumsi,” ujar Marc Chandler, kepala pasar, di Bannockburn Forex di New York, seperti dilansir Antara.

Di sisi lain, rupiah hari ini diprediksi dapat menguat. Menurut Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, pada perdagangan hari ini rupiah diperkirakan berpotensi untuk naik karena ditopang oleh sentimen regional. “Padahal sentimen cukup positif di regional hari ini (kemarin), tapi rupiah malah tertekan,” ucap Ariston, seperti dikutip dari Kontan.

Kemudian, Ariston menilai sentimen tentang tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun cenderung menguat, dengan harga emas yang terkoreksi. Kondisi itu sekaligus menandakan peralihan aset dari aman ke berisiko. Oleh sebab itu, ia optimis hari ini gerak rupiah akan menguat seiring dengan adanya stimulus fiskal AS. Tetapi, potensi resesi Indonesia juga bisa menahan laju rupiah.

Loading...