Kabar PSBB Jakarta Bikin Rupiah Terperosok Nyaris Sentuh Rp15.000/USD

Rupiah - www.kabarin.coRupiah - www.kabarin.co

– Nilai tukar di awal pagi hari ini, Jumat (11/9) dibuka sebesar 45 poin atau 0,30 persen ke level Rp14.900 per AS. Kemarin, Kamis (10/9), Garuda berakhir terdepresiasi 56 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp14.855 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap enam mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,1 persen ke angka 93,345 usai mencapai level tertinggi empat minggu pada sesi perdagangan sebelumnya.

Di sisi lain, euro naik ke level tertinggi sepekan terhadap dolar AS usai Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde mengatakan bahwa meskipun ECB mengawasi nilai tukar namun itu bukanlah alat kebijakan moneter. Pernyataan Lagarde tersebut menunjukkan bahwa ECB tak mungkin mengambil langkah-langkah untuk melemahkan euro meski menguat belum lama ini. Hal itu pula yang mendorong untuk mata uang tunggal zona euro lebih tinggi.

Sesuai dengan prediksi , ECB memutuskan untuk menahan tidak berubah pada Kamis (10/9). “Kami tidak menargetkan nilai tukar,” ujar Lagarde dalam konferensi pers, seperti dilansir Antara. Lagarde menambahkan, pihak ECB tengah memantaunya.

Sementara itu, Analis HFX International Berjangka Ady Phangestu menilai bahwa melemahnya rupiah kali ini berkaitan erat dengan rencana DKI Jakarta yang hendak menerapkan PSBB total lagi pada pekan depan. “Itu membuat rupiah terjungkal, sentimen pelaku pasar menjadi memburuk dan data ekonomi dalam negeri juga menunjukkan resesi,” jelas Ady, seperti dikutip dari Kontan.

Dengan adanya PSBB total bahkan apabila berlanjut sampai bulan depan, maka Ady memprediksi PDB kuartal IV 2020 berisiko mengalami kontraksi. Hal ini karena DKI Jakarta memiliki kontribusi tertinggi pada pembentukan PDB nasional. Oleh sebab itu, Ady memperkirakan rupiah bakal lanjut melemah ke level resistance Rp14.915 per dolar AS. Apabila masih berlanjut, tak menutup kemungkinan jika rupiah tembus Rp15.000/USD. “Tapi belum ada alasan kuat bagi penguatan rupiah lanjutan,” tandasnya.

Loading...