Meski Pasar Masih Volatil, Rupiah Mampu Bertahan di Zona Hijau

Rupiah - radarsukabumi.comRupiah - radarsukabumi.com

Jakarta rupiah dibuka menguat sebesar 46,5 poin ke level Rp14.305 per dolar AS di awal pagi hari ini, Rabu (11/3). Kemudian merangkak naik 44 poin atau 0,31 persen ke Rp14.307,5 per USD. Sebelumnya, Selasa (10/3), Garuda berakhir terapresiasi 41 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.352 per USD.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,5 persen jadi 96,448 lantaran para pelaku berharap pembuat kebijakan moneter akan melakukan rencana stimulus lanjutan guna mengurangi dampak ekonomi dari penyebaran .

Pasar saham Amerika Serikat pun rebound dan imbal hasil obligasi pemerintah AS naik di seluruh indeks, sebab pasar mengantisipasi konferensi pers oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait langkah-langkah ekonomi untuk menghadapi virus . “Dollar dengan hati-hati meningkat hari ini sebagian besar mencerminkan pasar yang lebih luas, yang mengantisipasi pemotongan pajak dan langkah-langkah fiskal lainnya dari pemerintahan Trump untuk membantu meringankan pukulan ekonomi dari virus,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, seperti dilansir dari Reuters.

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai bahwa perang minyak antara Arab Saudi dengan Rusia akan membuat volatilitas rupiah masih relatif besar. “ virus corona masih jadi sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Apalagi, adanya perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia juga berpotensi untuk menggerakkan rupiah,” imbuh Analis Global Kapital Investama Berjangka Alwy Assegaf, seperti dikutip dari Kontan.

Rupiah kemarin rebound karena imbas dari kondisi pasar, baik pasar valuta asing (valas) dan pasar modal yang mulai konsolidasi usai terkoreksi cukup dalam. teknikal disebut-sebut sebagai penunjang rupiah untuk menguat. Selain itu, rupiah menguat berkat kebijakan dari dalam negeri yang dilakukan guna menstabilkan perekonomian. Terlebih karena Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengizinkan emiten-emiten untuk melakukan pembelian saham kembali (buyback saham) pada Senin (10/3).

Loading...