Inflasi AS Meningkat, Rupiah Menguat 20 Poin pada Jumat Pagi

Rupiah - kumparan.comRupiah - kumparan.com

Jakarta – Nilai tukar mengawali pagi hari ini, Jumat (11/6), dengan penguatan sebesar 20 poin ke posisi Rp14.227,5 per AS. Kemudian, rupiah lanjut menguat 15 poin atau 0,11 persen ke Rp14.232,5/USD. Kemarin, Kamis (10/6), Garuda berakhir terapresiasi 7,5 poin atau 0,05 persen ke angka Rp14.247,5 per USD.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sejumlah mata uang utama terpantau sedikit turun. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS dilaporkan turun 0,08 persen menjadi 90,0670 karena sedang mencerna peningkatan Amerika Serikat dan pernyataan Bank Sentral Eropa (ECB) sembari mengamati pertemuan Federal Reserve berikutnya.

ECB dilaporkan menaikkan pandangannya atas pertumbuhan dan inflasi, namun berjanji untuk menjaga stimulus yang cukup mengalir. Mereka khawatir apabila mundur sekarang dapat mempercepat kenaikan yang mengkhawatirkan dalam biaya pinjaman dan menghambat pemulihan .

Sementara itu, di Amerika Serikat data terbaru menunjukkan bahwa jumlah warga AS yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam hampir 15 bulan. Sedangkan harga-harga konsumen mengalami peningkatan lebih lanjut pada Mei 2021 karena pelonggaran pandemi pada ekonomi terus mendorong permintaan domestik.

“Dolar tidak begitu aktif karena melihat risiko peristiwa penting berikutnya dan itu adalah pertemuan FOMC dan prospek The Fed mungkin memulai pembicaraan tentang pengurangan stimulus, yang dapat memberikan dukungan terhadap dolar,” ucap Paresh Upadhyaya, direktur pendapatan tetap dan strategi mata uang di Amundi US, seperti dilansir Antara.

Menurut Kepala Ekonom Bank Central David Sumual, hari ini rupiah berpotensi melemah karena dipengaruhi oleh sentimen eksternal seperti rilis data ekonomi AS. “Nanti malam akan ada rilis data inflasi AS secara bulanan. Saat ini pasar mengekspektasikan angkanya akan lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya,” ucap David, Kamis (10/6), seperti dikutip Kontan. Apabila rilis data inflasi tersebut sesuai perkiraan pasar, maka David menilai rupiah akan kembali melemah. Meski demikian, ia memperkirakan pelemahan rupiah tak terlalu dalam.

Loading...