Dolar AS Rebound, Rupiah Pagi Ini Dibuka Tergelincir ke Rp14.400/USD

Rupiah - www.cnnindonesia.comRupiah - www.cnnindonesia.com

Jakarta mengawali perdagangan pagi hari ini, Jumat (10/7), dengan pelemahan sebesar 5 poin atau 0,03 persen ke angka Rp14.400 per AS. Kemarin, Kamis (9/7), Garuda berakhir terapresiasi 15 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp14.395 per USD.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau rebound dari level terendah 4 minggu. Pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB, indeks dolar AS naik 0,28 persen ke level 96,7039 lantaran sentimen risiko berkurang usai data terbaru menunjukkan terdapat 1,314 juta Amerika Serikat yang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu.

Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengumumkan pada Kamis (9/7) bahwa klaim pengangguran AS, cara kasar untuk mengukur angka pemutusan hubungan kerja (PHK), mencapai 1,314 juta pada pekan yang berakhir tanggal 4 Juli 2020, menyusul angka revisi 1,413 juta pada pekan sebelumnya lantaran tenaga kerja tergerus oleh pandemi Covid-19.

Di sisi lain, rupiah diperkirakan berpeluang untuk melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Rupiah telah menguat selama beberapa beberapa hari berturut-turut terhadap USD. Menurut Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana, rupiah cenderung diuntungkan dengan kurang baiknya kinerja dolar AS selama beberapa hari terakhir. Hari ini sentimen tersebut dinilai masih akan berlanjut dan berpotensi mengatrol rupiah.

“Data AS sejauh ini menunjukkan hal yang kurang baik. Mulai dari jumlah kasus yang menembus 3 juta hingga adanya kabar penerbangan AS yang akan sangat mungkin memangkas 45% dari total staf mereka,” ujar Fikri, seperti dikutip dari Kontan.

Rupiah pun berada dalam tren positif seiring dengan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap rupiah berkat kesepakatan burden sharing dan aliran dana melalui non-tradable SUN yang cukup meyakinkan pasar. “Namun, tak dipungkiri tingkat pertambahan pasien yang mencapai level tertinggi pada hari ini. Serta jumlah tradable SUN asing yang telah berada di bawah 30% walau dengan catatan CDS dan yield SUN menurun, tampaknya juga cukup membebani rupiah,” beber Fikri.

Loading...