Dolar AS Makin Terperosok, Rupiah Sukses Melaju 70 Poin di Awal Bulan

Rupiah - www.validnews.idRupiah - www.validnews.id

Jakarta – Nilai tukar rupiah mengawali pagi hari ini, Kamis (1/10), dengan penguatan sebesar 70 poin atau 0,50 persen ke level Rp14.810 per . Kemarin, Rabu (30/9), Garuda berakhir terapresiasi 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp14.880 per .

Indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau melemah. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, indeks dolar AS sedikit berubah pada 93,89 karena sentimen risiko membaik di tengah harapan baru terkait paket stimulus lanjutan yang bisa membantu meringankan penderitaan ekonomi akibat resesi yang dipicu oleh mewabahnya (Covid-19).

Pada Rabu (30/9), Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bertemu untuk membahas kesepakatan bipartisan terkait rancangan undang-undang bantuan Covid-19 yang terhambat jelang pemilu 3 November 2020. Saham-saham di Wall Street mengalami kenaikan, sedangkan surat utang negara AS turun karena adanya penghindaran risiko mereda.

“Optimisme berlimpah pada stimulus, entah itu bodoh atau tidak,” ujar Amo Sahota, direktur eksekutif di firma penasihat mata uang Klarity FX di San Francisco. “Jelas kami membutuhkan sesuatu. Saya tidak yakin RUU itu akan diberlakukan, tetapi setiap berita pasar akan melompatinya,” imbuhnya.

Rupiah sendiri diperkirakan berpotensi untuk melanjutkan penguatan tipis di awal bulan ini lantaran debat calon presiden di Amerika Serikat belum mampu menggerakkan pasar secara signifikan. Menurut Ekonom Bank Permata Josua Pardede, penguatan rupiah yang cenderung tipis kemarin disebabkan oleh sentimen debat capres AS dan rilis data terbaru China. “Debat capres cenderung tidak mendorong pasar ke arah sentimen tertentu, karena belum adanya isu ekonomi dan politik strategis yang dibahas,” beber Josua, seperti dikutip dari Kontan.

Sedangkan data PMI China berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 51,5 poin, usai pada bulan sebelumnya ada di level 51 poin. Sementara itu, pasar saham Indonesia justru mengalami penurunan sebesar 0,19 persen ke angka 4.870. Hal ini seiring dengan keluarnya investor asing dari pasar saham senilai USD32,38 juta.

Loading...