Kurs Dolar AS Menguat, Harga Emas di Pasar Spot Kembali Merosot

Emas - duta.coEmas - duta.co

London emas di pasar spot terpantau melemah lantaran upah pekerja di Amerika Serikat mengalami kenaikan melebihi prediksi pasar. Kondisi ini memperbesar ekspektasi terkait kemungkinan untuk kembali menaikkan acuan Amerika Serikat pada bulan ini yang dapat mengangkat AS.

Dilansir Reuters, Sabtu (2/6), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen ke level USD 1.295,19 per ounce. Sebelumnya harga emas diperdagangkan melebihi posisi USD 1.300 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus 2018 melemah USD 5,40 atau 0,4 persen menjadi USD 1.299,3 per ounce. Harga emas di pasar spot secara mingguan telah menurun 0,5 persen.

“Kenaikan treasuries naik, penguatan dolar dan tidak adanya berita geopolitik benar-benar mendukung emas saat ini,” beber Philip Streible, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures. Kurs dolar AS dilaporkan menguat usai dirilisnya payrolls yang mengalami penambahan 223 ribu pekerjaan pada bulan lalu, melebihi konsensus pasar di angka 188 ribu pekerjaan.

Walaupun dolar AS sempat tergelincir 0,1 persen, the mampu mempertahankan tren penguatan di sepanjang perdagangan. Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap sejumlah utama terpantau menguat 0,3 persen menjadi 94,14 pada 17.30 GMT.

Meski demikian, para investor saat ini masih memantau masalah perdagangan antara AS dan rekan dagangnya. Apabila kondisi perdagangan global tengah memburuk, maka posisi emas sebagai logam mulia tentu saja akan diuntungkan. “Harga emas terus mengikuti dolar AS, meninggalkan emas pada posisi ‘mata uang’ daripada ‘mode komoditas’,” ujar Julius Baer.

Sedangkan di dalam negeri, harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk pada perdagangan terakhir sebelum libur, yakni Kamis (31/5) berada di level Rp 653 ribu per 1 gram, turun Rp 1.000 dari harga sebelumnya sebesar Rp 654 ribu per gram. Demikian pula dengan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga terpantau turun dari Rp 585 ribu per gram menjadi Rp 584 ribu per gram. Sementara itu, kurs rupiah berhasil menguat 97 poin atau 0,69 persen ke Rp 13.896/USD di akhir perdagangan Kamis (31/5) lalu.

Loading...