Kurs Bank Indonesia : Pengertian Kurs Uang Asing (KUA) dan Kurs Transaksi

pasar-uang-penjualKurs (Exchange Rate) merupakan suatu perbandingan antara nilai suatu negara dengan negara lain di seluruh dunia. Nilai tukar sendiri selalu berubah-ubah setiap harinya, bahkan di dalam satu hari dapat terjadi beberapa kali perubahan nilai kurs. Perubahan kurs dapat berupa depresiasi (melemah) dan apresiasi (menguat). Pada dasarnya terdapat lima sistem kurs utama yang berlaku yaitu:

  1. Sistem kurs mengambang atau floating exchange rate
  2. Sistem kurs tertambat atau pegged exchange rate
  3. Sistem kurs tertambat merangkak atau crawling pegs
  4. Sistem kurs sekeranjang mata uang atau basket of currencies, dan
  5. Sistem kurs tetap atau fixed exchange rate.

sebagai di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk tetap menjaga kestabilan nilai . Oleh sebab itu, Bank Indonesia menetapkan kurs konversi (kurs pertukaran) sebagai patokan dalam kegiatan ekonomi. Kurs konversi yang ditetapkan Bank Indonesia terdiri atas dua macam, yaitu kurs uang asing dan kurs .

Kurs Uang Kertas Asing (UKA)

Kurs UKA (Uang Kertas Asing) adalah kurs yang digunakan sebagai tolak ukur dalam kegiatan jual beli uang kertas asing. Pada umumnya, jual beli uang kertas asing terjadi di lembaga pertukaran uang (money canger) atau di semua bank yang melayani jual beli uang kertas asing. Jual beli uang kertas asing juga melibatkan para makelar, seperti yang dapat di temukan di pinggir-pinggir jalan. Kegiatan jual beli uang kertas asing dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan para turis asing akan mata uang Rupiah dan untuk mengambil keuntungan dengan memanfaatkan nilai kurs yang fluktuatif.

Kurs Transaksi

Kurs Transaksi adalah kurs yang dipakai sebagai pedoman dalam melakukan transaksi yang melibatkan . Misalnya nasabah A memiliki uang Rupiah dan ingin menukarkan uangnya menjadi uang asing, dengan begitu maka nasabah A tersebut harus terlebih dahulu membeli uang asing yang diinginkan tersebut. Dalam posisi ini nasabah A menjadi pembeli, dan Bank sebagai penjual. Sebaliknya, bila nasabah B memiliki uang asing serta ingin menukarkannya dengan Rupiah, maka berarti nasabah B harus menjual uang asing yang dimilikinya dan menukarkannya menjadi Rupiah. Pada hal ini nasabah B berposisi sebagai penjual dan Bank sebagai pembeli.

Selain untuk tolak ukur transfer, kurs transaksi juga dipakai sebagai patokan dalam pengambilalihan wesel ekspor dan pencairan pinjaman dari luar negeri. Besarnya nilai dari kurs transaksi ditentukan oleh Bank Indonesia. Bank-bank lain juga diperbolehkan menentukan sendiri besarnya kurs transaksi dalam rangka meraih keuntungan asalkan tetap berpedoman pada besarnya kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Dengan demikian, maka nilai kurs transaksi yang ditetapkan oleh bank-bank lain nilainya tidak akan jauh berbeda dengan kurs transaksi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Loading...