Kurs Asia Pulih, Rupiah Menguat Jelang Risalah Fed

Rupiah - merahputih.comRupiah - merahputih.com

mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada Rabu (17/10) sore, seiring kurs yang pulih, ketika pasar menantikan risalah pertemuan Federal Reserve. Menurut catatan Index pada pukul 15.54 WIB, Garuda menguat 51 poin atau 0,33% ke level Rp15.150 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.178 per dolar AS, menguat 28 poin atau 0,18% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.206 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia variatif versus , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,20% menghampiri won Korea Selatan, sedangkan pelemahan terdalam sebesar 0,16% dialami baht Thailand.

“Mata uang di Asia pada umumnya telah pulih pada pekan ini, sebagian ditopang bursa saham AS yang stabil,” kata pakar mata uang Nomura, Dushyant Padmanabhan. “Tetapi, risiko jangka panjang tetap ada, yakni kenaikan minyak terutama jika tensi geopolitik AS-Arab Saudi meningkat, serta kenaikan imbal hasil obligasi AS.”

Dari pasar global, indeks dolar AS sebenarnya masih bergerak lebih tinggi terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, sedangkan yen Jepang menurun karena kinerja saham Wall Street yang membaik mengurangi selera terhadap aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,108 poin atau 0,11% menuju level 95,156 pada pukul 11.28 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, tiga indeks utama Wall Street masing-masing menguat lebih dari 2% karena blue-chips memberikan pendapatan yang kuat, yang menunjukkan pemulihan ekonomi AS berada di jalurnya. Data pada hari Selasa (16/10) melaporkan bahwa produksi industri AS meningkat pada bulan September, keempat secara beruntun, didorong oleh keuntungan dalam manufaktur dan output pertambangan.

Pelaku pasar kini tengah mencari petunjuk arah dolar AS dan juga jalur kenaikan suku bunga The Fed ke depan dari risalah pertemuan Federal Reserve bulan September, yang akan dirilis Rabu sore waktu setempat. Menurut FedWatch Tool CME Group, peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan di bulan Desember mendatang sebesar 77%.

“Federal Reserve dekat dengan netralitas dan FOMC meeting akan berhenti ketika tingkat suku bunga The Fed mencapai 2,75%,” papar kepala ekonomi global di ANZ, Brian Martin, dalam sebuah catatan. “Meskipun ada risiko terbalik terhadap perkiraan kami, tetapi kami pikir The Fed akan berjuang untuk menaikkan target suku bunga jauh melampaui 3,0%.”

Loading...