Kurs Asia Lesu, Rupiah Berbalik Melemah di Akhir Senin

Rupiah melemah Senin (29/10) sore - timesbanyuwangi.com

JAKARTA – Rupiah harus kembali terperosok ke teritori merah pada Senin (29/10) sore seiring pergerakan , ketika indeks berhasil bangkit menyusul data ekonomi Paman Sam yang terbilang solid. Menurut pantauan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda berakhir melemah tipis 6 poin atau 0,04% ke level Rp15.223 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp15.218 per , terdepresiasi 11 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.207 per . Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,18% dialami baht Thailand.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak menanjak mendekati level tertinggi 10 minggu pada hari Senin, setelah data ekonomi Paman Sam melambat lebih kecil daripada yang diperkirakan. Mata uang greenback terpantau menguat 0,085 poin atau 0,09% menuju level 96,444 pada pukul 11.03 WIB, melanjutkan tren positif pada sesi perdagangan sebelumnya.

Seperti diberitakan Reuters, ketegangan perdagangan antara AS dan serta laju kenaikan suku bunga yang stabil oleh Federal Reserve telah mendorong greenback, yang berfungsi sebagai aset berlindung ketika terjadi gejolak dan tekanan ekonomi. Terbaru, data ekonomi AS kuartal ketiga yang solid menyokong dolar AS lebih lanjut, meski beberapa laba perusahaan lemah di tengah meningkatnya biaya pinjaman.

Dolar AS menemukan dukungan baru-baru ini dari aksi beli terhadap aset safe haven saat permintaan investor untuk aset berisiko menyusut. Penurunan tajam di pasar ekuitas dunia seiring dengan kekhawatiran seputar kinerja keuangan korporasi, ketidakpastian geopolitik, dan pertumbuhan global membuat aset berisiko kembali dihindari.

“Ketika pasar keuangan di dan seluruh dunia menurun, mata uang pasar negara berkembang biasanya dijual oleh investor,” papar ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Yang pasti adalah bahwa beberapa mata uang yang telah melihat penjualan tinggi, seperti real Brazil dan lira Turki, sedang dibeli kembali.”

Loading...