Kurangi Risiko Diare, Berapa Harga Susu Non-Laktosa untuk Bayi?

Susu - www.hungryforever.comSusu - www.hungryforever.com

JAKARTA – Jika Anda, yang berusia kurang dari satu tahun hingga balita, mengalami diare sesaat setelah minum susu, mungkin Anda perlu mengganti susu formula tersebut karena ditengarai bayi Anda alergi laktosa. Saat ini, sudah banyak yang membuat susu yang diklaim bebas laktosa (non-laktosa) dan dengan mulai Rp70 ribuan sampai Rp285 ribuan, tergantung merek susu tersebut.

“Intoleransi terhadap laktosa ini menyebabkan munculnya gas, kembung, yang kemudian berakhir dengan diare,” jelas pakar Nutritionist, Emilia Achmadi. “Diare tersebut dapat membawa dampak negatif terhadap tingkat kebugaran dan perkembangan mental anak. Sebagai pemicu utama malnutrisi, diare dapat mengganggu yang berdampak pada kebugaran dan produktivitas di usia dewasa.”

Untuk mencegah risiko tersebut, Emilia menyarankan agar mengganti susu biasa dengan produk susu yang bebas laktosa. Pasalnya, susu bebas laktosa diklaim menjadi sumber protein dan kalsium yang baik, yang tidak berbeda dari susu biasa. “Fakta ini menghilangkan kekhawatiran di kalangan ibu yang resah dengan pemulihan diare pada anak,” sambung Emilia.

Saat ini, sudah banyak produsen yang meluncurkan produk susu yang diklaim bebas laktosa. Susu Bebelove FL buatan Nutricia misalnya, sekarang ditawarkan dengan harga mulai Rp81 ribuan untuk kemasan 400 gram dan ditujukan untuk bayi 0-12 bulan. Sementara, Morinaga NL-33 kemasan 350 gram sekarang dijual Rp71 ribuan, Nestle NAN pH Pro 1 kemasan 400 gram dipasarkan Rp186 ribuan, dan Pregestimil kemasan 400 gram dijual Rp285 ribuan.

“Sebenarnya, pada bayi atau anak yang mengalami intoleransi laktosa, bisa diberikan ASI secara full, karena laktosa di dalam ASI bersifat mudah dicerna oleh bayi dan dapat membantu proses regenerasi sel-sel usus sehingga intoleransi laktosa bisa dikendalikan,” jelas dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC, dari RS Permata Depok. “Jika saat ini bayi sudah full ASI, ibu tidak perlu melakukan diet ketat, selain menghindari dairy products atau makanan dan yang berbahan dasar susu sapi.”

Loading...