Kurangi Migran Ilegal, Anggota PBB Sepakati Pakta Migrasi

Anggota PBB Sepakati Pakta Migrasi - www.trtworld.comAnggota PBB Sepakati Pakta Migrasi - www.trtworld.com

MAROKO – Sebanyak 164 negara dikabarkan menyetujui kesepakatan mengenai dalam pertemuan Compact for Safe, Orderly and Regular Migration (GCM) di Marrakech, Maroko, Senin (10/12) kemarin. Kesepakatan itu bertujuan untuk mengurangi migrasi , membantu mengintegrasikan para migran, dan mengembalikan mereka ke negara asal mereka.

Seperti diberitakan TRT World, dalam konferensi selama dua hari, para pejabat tinggi PBB dan politisi dari lebih dari 150 negara sepakat mengadopsi pakta global untuk menangani arus migran dengan lebih baik. Ini adalah keputusan yang menegosiasikan kerangka kerja internasional pertama untuk membuka migrasi legal dan mencegah penyeberangan perbatasan ilegal.

Sebenarnya, kesepakatan tentang migrasi tersebut sudah ditentang oleh Amerika Serikat pada bulan Desember tahun lalu. Kemudian, Hongaria, Australia, Israel, Polandia, Slovakia, Republik Ceko, Austria, Swiss, Bulgaria, Latvia, dan Italia telah keluar dari perjanjian atau menyatakan keberatan yang serius. Pada hari Minggu (9/12), Cile menyusul sebagai negara terakhir yang keluar.

Pada Jumat (7/12) waktu setempat, AS menyebut perjanjian tersebut sebagai upaya ‘oleh PBB untuk memajukan pemerintahan global dengan mengorbankan hak kedaulatan negara’. Sementara, para penentang perjanjian yang lain takut bahwa masuknya migran dapat mengancam kedaulatan nasional masing-masing negara.

Di sisi lain, mayoritas anggota, yang dipimpin Kanselir Jerman, Angela Merkel, memutuskan mendukung kesepakatan. Menurut mereka, migrasi dapat membantu nasional dengan meremajakan di negara-negara kaya dengan usia kerja yang menua dan dengan menyediakan sumber uang tunai yang dibutuhkan ke negara-negara miskin. Mereka mengatakan bahwa migrasi yang teratur akan menyelamatkan nyawa.

“Di banyak tempat ketika produktivitas menurun dan harapan hidup meningkat, ekonomi akan stagnan dan orang akan menderita tanpa migrasi,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pidato pembukaannya. “Jelas bahwa sebagian besar negara maju membutuhkan migran di seluruh bagian vital yang luas, dari merawat orang tua hingga mencegah runtuhnya layanan .”

Para pemimpin negara telah sepakat untuk membuka lebih banyak jalan bagi migrasi legal guna mendorong mobilitas tenaga kerja, peluang pendidikan, dan mencegah para migran menjadi korban perdagangan. Namun, aktivis berpendapat bahwa pakta tersebut, dan statusnya yang tidak mengikat, tidak cukup mengamankan hak-hak migran. “Sayangnya, sifat GCM yang tidak mengikat membuat implementasinya semata-mata berdasarkan niat baik negara-negara pendukung,” kata advokat senior Amnesty International untuk Amerika, Perseo Quiroz.

Loading...