Kunjungi Natuna, Jokowi Inspeksi Kesiapan Militer di Laut China Selatan?

Jokowi di Natuna

, Joko Widodo, melakukan kunjungan ke Kepulauan untuk kedua kalinya pada Kamis (6/10) kemarin. Meski kunjungan ini dikatakan sebagai kunjungan biasa terkait perayaan HUT TNI ke-71, namun banyak yang menyebutkan bahwa Jokowi sedang melakukan inspeksi latihan terkait dengan pertahanan di kawasan Laut China Selatan yang memang sedang dalam sengketa.

Indonesia sendiri menggelar latihan militer setelah dan Singapura melakukan latihan Bersama Lima pada Selasa (4/10) lalu, yang juga melibatkan Australia, , dan . Latihan yang dilakukan TNI Angkatan Udara itu termasuk pertempuran udara, pencegatan, dan juga kegiatan pertahanan yang menghadirkan 73 pesawat, termasuk Sukhoi, F-16, dan Super Tucanos, serta 2.200 personel TNI AU.

“Ini hanya latihan biasa,” terang juru bicara Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir. “Indonesia, sebagai negara yang berdaulat, memiliki hak untuk melakukan latihan militer di mana saja selama masih di wilayahnya.”

Meski Indonesia sudah menyatakan sikap netral dan tidak memiliki klaim atas Laut China Selatan, namun Zona Eksklusif yang membentang 200 mil dari Natuna tumpang tindih dengan unilateral Nine-Dash Line milik China, yang membentang ke utara dari wilayah Natuna menuju Taiwan. Jokowi sendiri telah memerintahkan untuk meningkatkan keamanan di sekitar Natuna usai TNI AL menangkap kapal ilegal dari China pada awal tahun ini.

Jokowi juga telah memerintahkan percepatan perikanan Natuna serta cadangan minyak dan gas untuk meningkatkan ekonomi lokal. Presiden pun menggunakan kunjungannya itu untuk meresmikan terminal penumpang di bandara, dan untuk memeriksa fasilitas cold storage. “Jembatan udara ini diharapkan dapat mempercepat mobilitas orang dan barang,” kata Jokowi di Ranai Airport.

Loading...