Kunjungi Hiroshima, Barack Obama Lanjutkan Visi Dunia Tanpa Nuklir

Pada akhir Mei nanti, Presiden Barack Obama dijadwalkan akan melakukan ke untuk menghadiri KTT G-7. Presiden tersebut juga direncanakan mengunjungi Hiroshima, kota yang pernah dibom atom AS pada tahun 1945. Ia berharap kunjungannya pada 27 Mei nanti bisa membantu mempromosikan gagasan bahwa tanpa senjata nuklir bisa dicapai dalam dekade ke depan usai masa jabatannya.

Kunjungan Obama ini memang bisa membawa dampak besar, tak hanya kepada AS dan Jepang, melainkan juga ke seluruh dunia. Pasalnya, Obama menjadi presiden AS pertama yang mengunjungi Hiroshima. Sebelumnya, pejabat AS berpangkat paling tinggi yang mengunjungi tempat memorial itu adalah Luar Negeri John Kerry, yang disebut menjadi setting panggung untuk kunjungan Obama.

Namun, kunjungan Obama kali ini murni untuk menghormati nyawa yang hilang akibat bom atom pada akhir Perang Dunia II tersebut. Kunjungannya bukan untuk meninjau kembali penggunaan nuklir untuk lebih dari 70 tahun kemudian.

Selama ini, non-proliferasi nuklir telah menjadi tema sentral dalam pesan dan kebijakan Obama dalam delapan tahun terakhir, dan perjalanan ke Hiroshima disebut sebagai kelanjutan visinya. “Dalam kunjungan ini, Presiden berfokus pada pada korban manusia yang luar biasa yang diakibatkan perang,” tulis Rhodes.

Bom atom AS yang dijatuhkan di Hiroshima dan juga Nagasaki sendiri merupakan satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam sejarah. Ledakan langsung bom itu telah menyebabkan ribuan korban, sedangkan radiasi yang ditimbulkan mengakibatkan lebih banyak kematian pada tahun-tahun berikutnya.

Meski begitu, kunjungan Obama ke Hiroshima serta visi mengenai dunia non-nuklir belum menjamin ide yang sama di benak presiden AS berikutnya. Bahkan, kandidat presiden AS berikutnya, Donald Trump, telah menyerukan seperti Jepang dan untuk bisa memperoleh senjata nuklir mereka sendiri.

Loading...