KTT G20, Bisakah Meredakan Tensi Dagang AS-China?

KTT G20 - setkab.go.idKTT G20 - setkab.go.id

BUENOS AIRES – Akhir pekan ini, G20 akan melakukan pertemuan mereka yang ke-13. Pertemuan tahun ini dinilai benar-benar penting, khususnya dalam konteks perselisihan yang sedang berlangsung antara AS dan . Pasalnya, tarif impor yang diterapkan Negeri Paman Sam kepada mitra dagang seperti dan Uni Eropa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap .

Seperti dilansir dari DW, G20 adalah sebuah asosiasi internasional dari 19 negara dan Uni Eropa. KTT utama kelompok ini berlangsung setiap tahun. Para pemimpin dan gubernur bank sentral dari masing-masing negara berkumpul dengan agenda utama untuk membahas masalah ekonomi dan stabilitas global.

Para anggota G20 adalah Argentina, Australia, Brasil, Kanada, China, Uni Eropa, Prancis, Jerman, India, , Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Inggris, dan AS. Secara kolektif, ekonomi G20 menyumbang sekitar 85 persen dari apa yang disebut produk dunia bruto (GWP), gabungan produk domestik bruto dari semua negara di dunia. Anggota mereka bertanggung jawab atas 80 persen perdagangan dunia dan dua pertiga populasi dunia.

Asal-usul G20 bermula dari pertemuan G7 (kemudian G8) pada bulan Juni 1999 di Cologne. Bertolak dari krisis keuangan Asia pada tahun 1997, para pemimpin negara G8 pada waktu itu setuju untuk menyusun sebuah forum internasional yang membawa 20 kekuatan ekonomi dan aktor ekonomi paling penting secara bersama-sama dan teratur.

Pertemuan formal G20 pertama adalah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Berlin pada bulan Desember 1999. Menurut ekonom politik Robert Wade, keanggotaan G20 diputuskan oleh Caio Koch-Weser dan Timothy Geithner, wakil dari Jerman dan AS, menteri keuangan pada saat itu. “Geithner dan Koch-Weser mengirim daftar (negara) mereka ke kementerian keuangan G7 lainnya,” tulis Wade pada tahun 2009.

Sementara, forum G20 tahunan yang lebih besar, yang berlangsung akhir pekan ini, telah ada sejak November 2008. Pertemuan itu diluncurkan di tengah-tengah krisis keuangan global 2007-2008. Menurut pernyataan resmi kelompok, mereka bertekad untuk meningkatkan kerja sama untuk memulihkan pertumbuhan global dan mencapai reformasi yang diperlukan dalam sistem keuangan dunia.

Pertemuan G20 yang berlangsung tahun ini dinilai semakin penting, khususnya dalam konteks perselisihan perdagangan yang sedang berlangsung antara AS dan China. Presiden AS, Donald Trump, telah sedikit ‘mencuri perhatian’ anggota G20, berkat slogan ‘American First” dan tarif impor barang pada mitra dagang seperti Uni Eropa dan China, yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ekonomi dunia.

Konflik perdagangan antara AS dan China memang mendominasi berita utama ekonomi sepanjang tahun ini, seperti juga hubungan perdagangan AS dengan Uni Eropa, Kanada, dan negara lainnya. Namun, harapan untuk semacam penghentian tensi perdagangan melalui pertemuan G20 pada akhir pekan ini tampaknya cukup rendah.

Pada Kamis (29/11) pagi waktu setempat, Trump menge-tweet seruan terbaru mengenai kebijakan perdagangan dengan China. Ia menuliskan bahwa ‘miliar dolar AS telah mengalir ke keuangan negara, karena tarif sudah dibebankan ke China. Jika perusahaan tidak ingin membayar tarif, maka bangunlah (perusahaan) di AS. Jika tidak, mari kita membuat negara kita lebih kaya daripada sebelumnya’.

Loading...