KTT AS-Korut Angkat Dolar, Rupiah Drop di Selasa Sore

Rupiah - poskotanews.comRupiah - poskotanews.com

Pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang menyepakati denuklirisasi mengangkat pamor indeks AS, yang menyebabkan terpuruk di Selasa (12/6) ini. Menurut catatan Index pukul 16.42 WIB, Garuda terpantau 34 poin atau 0,24% ke level Rp13.966 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS bergerak menuju level tertinggi selama tiga pekan terhadap yen Jepang pada hari Selasa, di tengah optimistis bahwa pertemuan AS-Korea Utara dapat membuka jalan menuju pengurangan ketegangan di antara dua musuh lama tersebut. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,28 poin atau 0,25% menuju 110,32 yen pada pukul 09.04 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dia telah menjalin ‘hubungan baik’ dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, karena kedua negara berusaha mencapai terobosan diplomatik pada pertemuan puncak di Singapura. Kedua orang itu mencari cara untuk mempersempit perbedaan tentang bagaimana mengakhiri kebuntuan nuklir di Semenanjung Korea.

Kenaikan dolar AS terhadap yen, aset safe haven yang sering dicari pada saat ketegangan politik dan gejolak pasar, mencerminkan optimisme bahwa KTT Trump-Kim akan membuka pintu bagi denuklirisasi Korea Utara. Greenback terakhir naik 0,2% ke level 110,230 yen, setelah berita bahwa penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, menderita serangan jantung.

“Sebagian besar gerakan mata uang yang mengarah ke puncak tampaknya menjadi algo-driven dengan banyak pemain lain yang absen, membatasi pasangan seperti dolar/yen ke kisaran yang relatif sempit,” tutur ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Ishizuki. “Mood aset berisiko akan tetap utuh selama KTT AS-Korea Utara tidak berakhir buruk.”

Selain KTT AS-Korea Utara, perhatian pasar juga akan tertuju pada pertemuan yang akan berlangsung selama dua hari, yakni tanggal 12 Juni dan 13 Juni waktu setempat. Setelah diprediksi akan kembali menaikkan suku bunga acuan, pasar akan menunggu apakah bank sentral akan mengisyaratkan kenaikan sebanyak empat kali pada tahun ini.

Loading...