Kritik Trump KO Dolar, Rupiah Rebound 53 Poin di Awal Pekan

Rupiah - eljohnnews.comRupiah - eljohnnews.com

Kritik , , kepada dan ternyata menjadi sentimen positif bagi pada perdagangan awal pekan (23/7) ini. Seperti dituturkan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka dengan 53 poin atau 0,37% ke level Rp14.442 per dolar . Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 53 poin atau 0,37% di posisi Rp14.495 per dolar pada akhir pekan (20/7) kemarin.

Seperti diketahui, pada penutupan dagang Jumat waktu setempat, dolar AS harus mengalami pelemahan sebesar 0,68% menuju level 94,47, sekaligus menjadi penurunan terbesar sejak Maret lalu. Hal ini imbas kritik Trump kepada China dan Uni Eropa yang menurutnya telah melakukan manipulasi mata uang dan menahan suku bunga acuan agar tetap rendah.

“Komentar Trump sangat tegas dan agresif, dan telah melihat Trump pernah maju terkait dengan tarif (impor),” ujar kepala ahli strategi mata uang global Credit Suisse, Shahab Jalinoos. “Serangan komentar Trump akan mendorong global untuk menaruh posisi dolar AS dalam jangka panjang lagi.”

Sebelumnya, pada sebuah wawancara dalam CBNC, Trump juga sempat menuturkan bahwa d olar AS yang terlalu kuat justru akan menempatkan negaranya dalam posisi yang kurang menguntungkan, ketika yuan China melemah. Ia pun mengisyaratkan perasaan yang tidak senang tentang langkah pengetatan moneter yang dilakukan oleh The Fed.

“Dolar AS terpapar sentimen negatif usai Presiden Donald Trump mengatakan bahwa penguatan greenback saat ini akan mengurangi daya saing negaranya di perdagangan internasional,” kata analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, seperti dilansir Kontan. “Pernyataan itu membuat dolar AS loyo di akhir pekan, sekaligus membuat rupiah berpotensi menguat.”

Seperti diketahui, sepanjang pekan lalu, mata uang Garuda memang mengalami pelemahan yang dahsyat karena terbebani ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, data AS yang solid, serta komentar hawkish Gubernur The Fed, Jerome Powel. Pelemahan rupiah juga disebabkan isu perang dagang yang tidak kunjung usai.

Loading...