Krisis Korea Bikin Dolar Terkapar, Rupiah Melaju di Akhir Pekan

mampu melaju mulus di zona hijau sepanjang Jumat (22/9) ini memanfaatkan momentum pelemahan AS imbas kembali memanasnya situasi di Semenanjung Korea. Menurut laporan Index pukul 15.56 WIB, NKRI memungkasi akhir pekan ini dengan penguatan sebesar 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.312 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (21/9) kemarin, rupiah ditutup di posisi Rp13.339 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi mata uang Garuda mampu mengawali transaksi dengan menguat 11 poin atau 0,08% menuju level Rp13.328 per dolar AS. Lalu, sepanjang hari ini, spot bergerak di rentang Rp13.304 hingga Rp13.341 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS terpantau melemah pada perdagangan hari ini menyusul kembali meningkatnya tensi ketegangan di Semenanjung Korea. Mata uang Paman Sam tersebut bergerak turun 0,201 poin atau 0,22% menuju level 92,508 pada pukul 09.25 WIB. Sementara, terhadap yen Jepang, greenback melorot 0,67 poin atau 0,60% ke level 111,81 yen per dolar AS.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, pagi tadi mengabarkan bahwa Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, menuturkan pihaknya yakin dapat mempertimbangkan uji coba bom hidrogen di Samudera Pasifik dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini membalas pernyataan dari Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan sanksi baru kepada Korea Utara pada Kamis kemarin.

Sementara itu, hasil rapat The Fed kemarin mengatakan bahwa bank sentral AS berencana untuk mulai memangkas neracanya pada bulan depan. The Fed juga mengisyaratkan bahwa kenaikan satu lagi di akhir tahun tetap mungkin terjadi. “Pasar melepas pandangan yang terlalu pesimis terhadap AS, yang menjadi alasan mengapa greenback telah menyentuh level terendah,” ujar kepala analis valas di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto.

Dari dalam negeri, investor saat ini sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang bakal diumumkan sore ini. Para analis memprediksi Bank Indonesia masih tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI 7-day Reverse Repo Rate) di level 4,75%. “Pemangkasan suku bunga BI mungkin baru akan dilakukan pada kuartal IV 2017 nanti,” kata ekonom Bank Mandiri Tbk, Andry Asmoro.

Loading...