Krisis Ekonomi Kian Parah, Bobot Masyarakat Venezuela Turun 10 Kg

Krisis Ekonomi Venezuel - www.mynewshub.ccKrisis Ekonomi Venezuel - www.mynewshub.cc

Krisis keuangan di Venezuela tampaknya sudah mencapai tahap yang sangat parah sehingga berat tubuh hampir 75 persen warga di kawasan Amerika Latin tersebut hingga 19 pon atau sekitar 10 kg. Venezuela menderita kekurangan kebutuhan yang paling mendasar, mulai dari hingga -obatan, di tengah inflasi tiga digit dan keruntuhan kurs mata uang hampir 80 persen pada tahun 2016 lalu.

Sebuah survei kondisi hidup pada tahun 2016 lalu yang dilakukan kepada 6.500 keluarga menemukan bahwa sebanyak 32,5 persen atau 9,6 juta orang di negara tersebut hanya makan satu atau dua kali sehari. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2015 yang mencatatkan ada 11,3 persen warga Venezuela yang makan maksimal dua kali sehari.

Secara keseluruhan, 82 persen di Venezuela kini hidup dalam kemiskinan dan 93,3 persen penduduknya mengatakan bahwa penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Hal ini lantas menjelaskan kenapa orang Venezuela kemudian memilih mengganti konsumsi daging merah dengan sayuran dan umbi, terutama kentang, dan alternatif makanan lainnya yang lebih murah.

“Ada perubahan dalam pola kebiasaan makan mulai tahun 2014. Sebelumnya, orang Venezuela mengonsumsi nasi, roti, pasta, dan sekarang diganti menjadi umbi,” jelas Maritza Landaeta, peneliti dari Venezuelan Health Observatory. “Dalam penelitian kualitatif kami, para ibu mengatakan bahwa mereka memberi makan anak mereka dengan hanya pisang atau auyamas (sejenis labu).”

Venezuela terjerumus dalam krisis ekonomi sejak tahun 2014 ketika minyak mentah dunia anjlok yang sekaligus menghantam pendapatan negara tersebut. Secara kebetulan, Presiden Hugo Chavez meninggal dunia di tahun sebelumnya. Sejak saat itu, inflasi Venezuela mendekati angka 700 persen pada tahun 2016 lalu, menurut data IMF.

Loading...