Kreasikan Resep Dari Sang Ayah, Harga Puding Puyo per Cup Rp13 Ribuan

Harga, puding, pudding, Puyo, merek, per, cup, rasa, varian, bubble gum, cokelat, cotton candy, mangga, leci, stroberi, semangka, jual, silky drink, gerai, karyawan, modal, franchise, mal, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Karawang, Bandung, susu, nabati, diproduksi, dessert, bisnis, ekspansi, operasional, brandingIlustrasi: puding puyo kemasan gelas (sumber: reseponline.info)

Puding merupakan salah satu jenis penutup setelah makan besar, rasanya yang manis dan segar membuatnya disukai oleh anak-anak maupun . Ada banyak merek puding yang ada di , salah satunya Puding Puyo. Produk yang satu ini dengan yang cukup terjangkau per cup-nya.

Pudding Puyo sendiri diproduksi oleh Adrian dan Eugenie yang merupakan dessert siap santap yang memiliki banyak varian dan disajikan dalam cup berukuran kecil. Berawal dari uang yang mereka pinjam dari orang tua sebesar Rp5 juta, kini Pudding Puyo laris di pasaran dengan penjualan ribuan cup pudding per harinya. Bahkan, bangganya lagi mereka sudah memiliki yang telah diresmikannya sejak 2013 di Mall Living World Alam Sutra.

Saat ini, Pudding Puyo bisa ditemui di gerai-gerainya yang tersebar di puluhan mal di kawasan Jabodetabek. Pertumbuhan Puyo terbilang cepat, mengingat produk dessert ini baru diluncurkan sekitar lima tahun lalu.

Sehari-hari, Adrian sebagai CEO yang bertugas memikirkan pengembangan bisnis, ekspansi, dan operasional. Adapun Eugenie bertugas di sisi kreatif, yang disebut brand and culture director. “Saya lebih ke branding, campaign, kerjasama, dan creative side lainnya, serta culture karyawan di kantor, bagaimana untuk bonding karyawan, dll.,” kata Eugenie.

Ide berbisnis puding berawal dari kehidupan sehari-hari mereka di rumah. Adrian menuturkan, ayahnya sangat pintar memasak berbagai jenis makanan, termasuk puding. “Meskipun bukan chef, beliau seperti chef, enak sekali,” ujarnya.
Adrian menceritakan, “Beliau sering menyajikan puding dan kami diminta untuk mencicipi, sebagai dessert keluarga kami.” Puding buatan ayahnya ini, menurut dia, juga enak sekali. “Kami pun mulai berpikir untuk menjualnya. Kebetulan kami berdua, saya dan adik saya, kuliah bisnis.”

Adrian dan Eugenie kemudian melakukan riset pasar kecil-kecilan. Mereka mengamati, buat orang Indonesia, puding kini bukan makanan yang asing lagi. Di pesta pernikahan atau ulang tahun, misalnya, puding seakan wajib disajikan. “Tapi, brand yang top of mind untuk puding belum ada. Kalau makanan lain kan ada, misalnya kalau es krim, ya Walls; kalau kopi, ada Starbucks. Di situlah kami menemukan market fitting-nya,” ungkap Adrian.

Selanjutnya, bermodalkan Rp 5 juta yang dipinjami orang tua, mereka mulai mengembangkan bisnis puding. Uang itu digunakan untuk membeli kulkas dan -bahan untuk eksperimen membuat puding dengan berbagai varian rasa agar menarik, serta melakukan branding. Merek Puyo ternyata berasal dari nama adik sepupu mereka. “Nama panggilannya imut, Puyo. Kami merasa nama tersebut cocok dengan image puding yang mau kami jual. Waktu itu saya bilang ke dia: aku beli nama kamu ya buat puding ini.”

Setelah bereksperimen sekitar tiga bulan, mereka mulai menawarkan secara online melalui Instagram pada Juli 2013. “Beberapa bulan pertama belum mempekerjakan orang, hanya dibantu asisten rumah tangga,” kata Eugenie. Setelah beberapa bulan dipasarkan secara online, dari keuntungan yang didapat, mereka memberanikan diri membuka booth resmi pertama di Living World Alam Sutera pada Oktober 2013.

Sejak itu, Puyo terus berekspansi hingga sekarang memiliki 41 gerai yang tersebar di mal-mal Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, bahkan sudah mulai merambah Karawang dan Bandung. Semua gerai milik sendiri. “Kami masih fokus untuk menjamin , mau menguatkan brand dulu. Karena, kalau franchise, quality control-nya harus benar-benar dijaga,” kata Adrian sambil menambahkan, Puyo kini memiliki sekitar 200 karyawan, sebagian besar staf di gerai-gerai Puyo.

Eugenie memaparkan, produk andalan Puyo ada dua. Pertama, Silky Dessert, yang rasanya terus berganti-ganti. Total ada 12 rasa, antara lain bubble gum, cokelat, cotton candy, mangga, leci, stroberi, dan semangka; terkadang ada rasa yang limited, khusus untuk momen atau campaign tertentu. Kedua, Silky Drink, yang juga beragam rasa, seperti kopi, susu, dan yakult. Harga jual Puyo Rp 13.500 per cup, semua rasa harganya sama. “Bahan baku Puyo adalah susu nabati, tidak menggunakan susu sapi, sehingga membuat tidak eneg,” kata Eugenie dilansir SWA.

Loading...