Kota Dunia Sepakat Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Untuk Perangi Pemanasan Global

KTT PBB di Paris yang berakhir (4/12) lalu, melahirkan naskah kesepakatan penting untuk memerangi pemanasan . Kesepakatan utamanya adalah mengurangi emisi gas kaca, yang diyakini menjadi penyebab utama perubahan iklim.

Lebih dari 500 walikota dan pejabat dari 195 negara menghadiri pertemuan ini. Sementara itu, tak kurang dari 400 kota telah menandatangani Compact of Mayors yang mengharuskan mereka untuk mengadopsi sistem pengukuran umum untuk emisi dan melaporkan kemajuan yang telah dicapai kepada publik.

Pasalnya, sekitar 70% dari emisi gas rumah kaca global berasal dari kota. Dan, penghasil emisi gas berlebihan itu utamanya dari sektor dan perindustrian.

Karena itu, para walikota dari beberapa negara tersebut sepakat untuk mengurangi emisi demi membantu warga hidup lebih dan lebih lama. Langkah ini juga dinilai cukup cerdas untuk menarik minat bisnis dan .

Ketua Group of 20’s Financial Stability Board, Mark Carney, juga telah mengumumkan pembentukan satuan tugas pengungkapan perubahan iklim. Tujuan satgas ini adalah untuk membawa transparansi terhadap risiko perubahan iklim ke pasar di seluruh dunia. Sebelumnya, perusahaan tidak dapat menilai secara akurat mengenai risiko pasar dan akibatnya investor tidak bisa efisien dalam mengalokasikan modal.

Para ilmuwan sendiri telah memperingatkan bahwa Bumi saat ini sedang memanas. Bumi semakin tidak ramah pada kehidupan manusia, yang ironisnya sebagian akibat ulah manusia sendiri. Di antaranya terlihat dari kenaikan permukaan , badai yang dahsyat, dan kekeringan yang parah.

Padahal, hal tersebut juga memiliki efek yang merugikan pada bisnis, di antaranya menunda pengiriman, mengganggu jalur pasokan, dan merusak fasilitas. Namun, para investor sering buta mengenai risiko iklim tersebut. [apk]

Loading...